Jeli juga Huawei memanfaatkan pandemic Covid-19 ini, dengan membawa lini produk tablet ke pasar Indonesia. Perangkat tablet memang lebih cocok untuk dipakai anak-anak sebagai perangkat pendukung belajar dari rumah. Karena, tablet punya layar yang dua kali lipat lebih besar dari smartphone, tapi masih cukup ringkas untuk dibawa ke mana-mana.
Tablet yang dihadirkan Huawei ini namanya Huawei MatePad T8. Sebuah lini produk yang diberi tagline “Capable Also Portable”. Dari tagline-nya sudah jelas, Huawei ingin memposisikan MatePad T8 ini sebagai perangkat handa untuk mendukung kerja (atau belajar) yang bisa menemani penggunanya ke mana-mana.
Dengan harga sekitar Rp1.6 juta, tablet ini sepertinya memang ditujukan untuk menyasar kalangan pelajar dan pengguna pemula. Makanya, tak didapat spesifikasi yang “wah” pada MatePad T8 ini.
Satu hal lagi, meskipun menggunakan platform Android, namun MatePad T8 ini termasuk lini produk yang sudah kena imbas pelarangan oleh AS. Sehingga, tak dijumpai Google Mobile Service (GMS) di tablet ini. Sebagai gantinya, ada Huawei App Gallery.
Tentu tak bisa mengharapkan desain dan tampilan yang “wow” untuk sebuah tablet kelas menengah bawah, seperti MatePad T8 ini. Secara umum, tampilannya biasa saja. Bahkan terkesan “jadul”. Warna biru navy gelap yang menyelimuti back cover diberi nuansa matte, agar mengesankan terbuat dari metal. Tetapi, tetap saja kesan plastiknya muncul dengan kuat.
Body plastiknya membuat tablet ini kelihatan ringkih. Tetapi tidak juga. Strukturnya bodynya terasa kokoh dan kompak ketika dipegang. Memiliki dimensi yang cukup ringkas (199.7 x 121.1 mm). Bahkan termasuk tipis (8.6 mm). Untuk sebuah tablet, dimensi MatePad T8 ini masih enak (ergonomis) saat digunakan, dan tak begitu menyita ruang dalam tas. Bagian sisinya yang berbentuk cembung, memberi grip yang nyaman di telapak tangan.
Bentang layar 8 inchi sudah cukup memadai, dengan luas permukaan layar 185.6 mm2. Tetapi sebenarnya bentang layar bisa lebih luas lagi, kalau saja bezelnya tidak terlalu tebal. Terutama bezel atas dan bawah, yang lumayan menyita ruang buat layar. Ini juga salah satu faktor yang membuat MatePad T8 ini kelihatan jadul.
Menggunakan layar jenis IPS touch screen 16 juta warna, dengan resolusi yang sayangnya tidak juga tinggi. Hanya 800 x 1280 pixels. Karenanya tampilan layar terlihat tidak begitu tajam. Masih terlihat samar-samar bintik pixels pada tampilan layar. Kecerahan layar juga tidak terlalu bagus.
Kategori kelas menengah bawah boleh jadi alasan untuk penggunaan layar display yang tak terlalu bagus. Tetapi, mengingat fungsinya sebagai perangkat bekerja dan belajar, akan lebih baik kalau sektor layar ini lebih ditingkatkan.
Hanya dilengkapi satu kamera berukuran 5 Mpix di belakang, dan kamera 2 Mpix untuk kamera depan. MatePad8 memang lebih ditekankan untuk mendukung kerja dan belajar. Dan ditujukan bagi segmen pemula pula. Jadi wajar kalau sektor kamera hanya sekadarnya. Hasil foto (dan juga video) akhirnya memang sekadarnya juga.
Padahal, bekerja dan belajar di era sekarang, banyak membutuhkan foto untuk pelengkap data dan dokumentasi. Jadi sebenarnya, tak ada salahnya juga menanamkan kamera yang lebih bagus untuk MatePad T8 ini. Agar, fungsinya sebagai pendukung kerja dan belajar ini lebih optimal lagi.
MatePad T8 cocok untuk menjalankan fungsi multimedia. Layarnya yang lebar, menyuguhkan tampilan laman website, video, dan game secara lebih utuh. Tetapi sektor audio, sekali lagi, performanya standar saja. Tetapi, cukup memadai untuk mendukung aplikasi meeting virtual, semacam Zoom, Google Meet, dan lain-lain.
Dipasangi chipset MT8768 dari MediaTek, dibuat dengan proses teknologi 12 nm, dan memiliki kecepatan puncak 2.0 GHz –pada 4 dari 8 prosesor. Bukan chipset kelas berat memang, tetapi cukup memadai untuk mendukung fungsi office dan belajar. Serta mendukung fungsi kamera tunggalnya. Pengukuran dengan AnTuTu Bench menunjukkan skor 91.270. Angka yang termasuk level rata-rata.
Tak dibekali slot Simcard. Jadi untuk mendapatkan koneksi, harus melalui jaringan WiFi –didukung Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band. Performa koneksi WiFi cukup bagus dan stabil. Namun, absennya koneksi lewat jaringan operator, pastinya akan mengurangi aspek portabilitasnya. Karena harus bergantung dengan ketersediaan hot-spot. Atau menenteng modem, kalau hendak dibawa ke mana-mana.
Dipasangi baterai berkapasitas 5100 mAh, jenis lithium polymer. Sudah sangat memadai, mengingat MatePad T8 difokuskan untuk menjalankan fungsi-fungsi yang tak terlalu berat. Walaupun, karena memiliki body besar, sebenarnya bisa dipasangi baterai yang lebih besar lagi. Tetapi mungkin juga akan mendongkrak cost produksi –yang artinya mendongkrak harga tablet ini juga.
The post Hands On Huawei MatePad T8: Tablet Buat Pemula appeared first on KalbarOnline.com.
KalbarOnline - Debut solo Irene Red Velvet "Like a Flower" dikabarkan akan dilakukan pada 26…
KalbarOnline, Pontianak - Atlet panjat tebing Indonesia, Veddriq Leonardo yang sukses meraih medali emas di…
KalbarOnline - Bulking adalah fase dalam program kebugaran di mana seseorang sengaja meningkatkan asupan kalori…
KalbarOnline, Ketapang - Mewakili Bupati Ketapang, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Pemkab Kegapang, Devy Harinda…
KalbarOnline, Ketapang - Kepolisian Resort (Polres) Ketapang siap mengawal pelaksanaan tahapan pilkada serentak, mulai dari…
KalbarOnline, Ketapang - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Polres Ketapang mengikuti zoom meeting “Launching…