Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Jauhari Fatria |
| Selasa, 09 September 2025 |
KALBARONLINE.com – PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CMI) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Air Upas meluncurkan program Gerakan Ayo Sekolah Ciptakan Edukasi, Relasi, dan Dukungan Anak Sekolah (GAS CERDAS). Program ini digelar lewat seminar parenting di SMK Negeri 1 Air Upas, Senin (18/8/2025), dengan tema “Gerakan Peduli Pendidikan melalui Pengentasan Angka Putus Sekolah di Kecamatan Air Upas.”
Seminar ini menjadi pembuka dari rangkaian acara selama empat hari, 18–21 Agustus 2025, yang menyasar 17 peserta binaan beserta orang tua mereka. Tujuannya jelas: menekan angka putus sekolah sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.
Peserta GAS CERDAS dibagi dalam dua kategori. Zona 1 adalah siswa sekolah formal yang mendapatkan lima program pokok, sedangkan Zona 2 terdiri dari anak usia 17–23 tahun yang sudah putus sekolah, dengan tujuh program pokok.
Programnya meliputi asesmen psikologi, pembinaan karakter dan mental, visitasi tambang dan kelas inspiratif, pemberian nutrisi bergizi, beasiswa tabungan pendidikan, bantuan kejar Paket C, seminar parenting, hingga dukungan pengembangan usaha.
Site Manager CMI Air Upas, Ivanozellia Putut W., menyebut GAS CERDAS merupakan program perdana hasil kolaborasi PT CMI dengan PGRI Air Upas.
“Ini wujud nyata komitmen kami melalui CSR untuk peningkatan kapasitas SDM sekaligus menekan angka putus sekolah. Mudah-mudahan tahun depan jumlah peserta bisa bertambah dan angka putus sekolah berkurang,” ujarnya.
Ketua PC PGRI Air Upas, Prima Hadi, menegaskan program ini sejalan dengan Gerakan Rangkul Didik Anak Tidak Sekolah (GARDA ATS) milik Dinas Pendidikan Ketapang.
“Kami berharap peserta bisa ikut sampai selesai dan mampu meningkatkan keterampilan, baik hardskill maupun softskill. Kalian harus tangguh menghadapi tantangan,” tegasnya.
Program ini juga diapresiasi pejabat provinsi dan kabupaten. Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Kalbar, Drs. Samsuni, menilai GAS CERDAS berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini berada di angka 71,19 untuk Kalbar dan 70,34 untuk Ketapang.
Sementara itu, Kadisdik Ketapang, Ucup Supriatna, menekankan pentingnya Tripusat Pendidikan ala Ki Hajar Dewantara—keluarga, sekolah, dan lingkungan—yang harus berjalan dengan kolaborasi lintas sektor.
Founder Lentera Psychological Center, Hudaturahmah, mengingatkan orang tua agar lebih dekat secara emosional dengan anak.
“Banyak orang tua canggung memeluk atau memuji anaknya. Padahal anak butuh kehadiran dan komunikasi interaktif, bukan sekadar kebutuhan material,” jelasnya.
Selain pembinaan psikologis, CMI juga menyalurkan donasi dana pengembangan usaha ke SMK Negeri 1 Air Upas untuk memperkuat pelatihan Ecoprint. Dengan program ini, siswa belajar membuat produk seni ramah lingkungan dari bahan alam sekitar. (Jau)
KALBARONLINE.com – PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CMI) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Air Upas meluncurkan program Gerakan Ayo Sekolah Ciptakan Edukasi, Relasi, dan Dukungan Anak Sekolah (GAS CERDAS). Program ini digelar lewat seminar parenting di SMK Negeri 1 Air Upas, Senin (18/8/2025), dengan tema “Gerakan Peduli Pendidikan melalui Pengentasan Angka Putus Sekolah di Kecamatan Air Upas.”
Seminar ini menjadi pembuka dari rangkaian acara selama empat hari, 18–21 Agustus 2025, yang menyasar 17 peserta binaan beserta orang tua mereka. Tujuannya jelas: menekan angka putus sekolah sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.
Peserta GAS CERDAS dibagi dalam dua kategori. Zona 1 adalah siswa sekolah formal yang mendapatkan lima program pokok, sedangkan Zona 2 terdiri dari anak usia 17–23 tahun yang sudah putus sekolah, dengan tujuh program pokok.
Programnya meliputi asesmen psikologi, pembinaan karakter dan mental, visitasi tambang dan kelas inspiratif, pemberian nutrisi bergizi, beasiswa tabungan pendidikan, bantuan kejar Paket C, seminar parenting, hingga dukungan pengembangan usaha.
Site Manager CMI Air Upas, Ivanozellia Putut W., menyebut GAS CERDAS merupakan program perdana hasil kolaborasi PT CMI dengan PGRI Air Upas.
“Ini wujud nyata komitmen kami melalui CSR untuk peningkatan kapasitas SDM sekaligus menekan angka putus sekolah. Mudah-mudahan tahun depan jumlah peserta bisa bertambah dan angka putus sekolah berkurang,” ujarnya.
Ketua PC PGRI Air Upas, Prima Hadi, menegaskan program ini sejalan dengan Gerakan Rangkul Didik Anak Tidak Sekolah (GARDA ATS) milik Dinas Pendidikan Ketapang.
“Kami berharap peserta bisa ikut sampai selesai dan mampu meningkatkan keterampilan, baik hardskill maupun softskill. Kalian harus tangguh menghadapi tantangan,” tegasnya.
Program ini juga diapresiasi pejabat provinsi dan kabupaten. Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Kalbar, Drs. Samsuni, menilai GAS CERDAS berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini berada di angka 71,19 untuk Kalbar dan 70,34 untuk Ketapang.
Sementara itu, Kadisdik Ketapang, Ucup Supriatna, menekankan pentingnya Tripusat Pendidikan ala Ki Hajar Dewantara—keluarga, sekolah, dan lingkungan—yang harus berjalan dengan kolaborasi lintas sektor.
Founder Lentera Psychological Center, Hudaturahmah, mengingatkan orang tua agar lebih dekat secara emosional dengan anak.
“Banyak orang tua canggung memeluk atau memuji anaknya. Padahal anak butuh kehadiran dan komunikasi interaktif, bukan sekadar kebutuhan material,” jelasnya.
Selain pembinaan psikologis, CMI juga menyalurkan donasi dana pengembangan usaha ke SMK Negeri 1 Air Upas untuk memperkuat pelatihan Ecoprint. Dengan program ini, siswa belajar membuat produk seni ramah lingkungan dari bahan alam sekitar. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini