Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 03 Maret 2020 |
KalbarOnline.com, JAKARTA– Beredar kabar bahwa ada satu orang meninggal di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur yang diduga akibat suspect virus corona. Orang tersebut diduga diketahui berasal dari salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (Persero).
Menanggapi hal itu VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo pun mengkonfirmasi hal tersebut dengan mengatakan bahwa ada karyawan perusahaan yang meninggal diduga akibat terpapar virus tersebut. “Bahwa benar ada seorang karyawan kami yang meninggal pagi ini (3/3) di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur,” terangnya dalam siaran pers, Selasa (3/3).
Berdasarkan riwayat medis yang tercatat di perusahaan, 10 tahun terakhir, yakni sejak tahun 2010, yang bersangkutan memiliki keluhan dan sering mengalami radang saluran nafas dan batuk pilek. “Adapun penyebab meninggalnya terkait dengan dugaan akibat infeksi Covid-19, saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium,” kata dia.
Sejak adanya wabah ini, dirinya mengaku bahwa secara aktif pihaknya telah melakukan langkah-langkah preventif agar virus tidak menyebar. Pencegahan yang di maksudkan adalah menyampaikan imbauan kepada seluruh karyawan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Kemudian mensosialisasikan pengenalan dan pencegahan gejala penyakit virus tersebut.
“Perusahaan akan lebih mengintensifkan upaya-upaya preventif yang telah dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat termasuk menurunkan tenaga medis dari Yayasan Kesehatan Telkom di setiap lokasi kerja karyawan untuk melakukan pemeriksaan awal guna pencegahan secara lebih dini,” tutur dia. (jpc/fajar)
KalbarOnline.com, JAKARTA– Beredar kabar bahwa ada satu orang meninggal di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur yang diduga akibat suspect virus corona. Orang tersebut diduga diketahui berasal dari salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (Persero).
Menanggapi hal itu VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo pun mengkonfirmasi hal tersebut dengan mengatakan bahwa ada karyawan perusahaan yang meninggal diduga akibat terpapar virus tersebut. “Bahwa benar ada seorang karyawan kami yang meninggal pagi ini (3/3) di Rumah Sakit Dr Hafiz (RSDH) Cianjur,” terangnya dalam siaran pers, Selasa (3/3).
Berdasarkan riwayat medis yang tercatat di perusahaan, 10 tahun terakhir, yakni sejak tahun 2010, yang bersangkutan memiliki keluhan dan sering mengalami radang saluran nafas dan batuk pilek. “Adapun penyebab meninggalnya terkait dengan dugaan akibat infeksi Covid-19, saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium,” kata dia.
Sejak adanya wabah ini, dirinya mengaku bahwa secara aktif pihaknya telah melakukan langkah-langkah preventif agar virus tidak menyebar. Pencegahan yang di maksudkan adalah menyampaikan imbauan kepada seluruh karyawan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Kemudian mensosialisasikan pengenalan dan pencegahan gejala penyakit virus tersebut.
“Perusahaan akan lebih mengintensifkan upaya-upaya preventif yang telah dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat termasuk menurunkan tenaga medis dari Yayasan Kesehatan Telkom di setiap lokasi kerja karyawan untuk melakukan pemeriksaan awal guna pencegahan secara lebih dini,” tutur dia. (jpc/fajar)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini