Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Kamis, 10 Oktober 2024 |
KalbarOnline, Pontianak - Dalam upaya meningkatkan edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengadakan sosialisasi Undang-Undang Fidusia serta penerapan industri pembiayaan di Kalbar pada Kamis (10/10/2024) siang.
Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno menjelaskan, bahwa pemahaman masyarakat tentang perusahaan pembiayaan masih minim, sehingga banyak yang keliru menganggap perusahaan pembiayaan sama dengan leasing.
"Perusahaan pembiayaan belum dikenal secara luas di Pontianak. Oleh karena itu, melalui kegiatan Multifinance Day yang berlangsung selama tiga hari di Gaia Mall, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami apa itu perusahaan pembiayaan dan perannya," ujar Suwandi Wiratno.
Ia juga menambahkan, bahwa acara ini bertujuan memberikan pemahaman yang tepat tentang penerapan Eksekusi Jaminan Fidusia kepada para pelaku industri pembiayaan, aparat penegak hukum, tenaga penagihan dan masyarakat.
"Kami menekankan pentingnya memahami bagaimana berutang secara bijak dan kewajiban membayar angsuran pinjaman agar tidak terjadi kelalaian atau pengabaian," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Khusus, Andra Sapta mengungkapkan, bahwa Kalimantan Barat memiliki kontribusi sebesar 2,1 persen dari total outstanding nasional.
"Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia, kontribusi Kota Pontianak masih relatif kecil," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa jumlah piutang bermasalah di Kalimantan Barat mencapai lebih dari Rp223 miliar. Perusahaan pembiayaan di Kalbar telah menyalurkan pinjaman untuk berbagai keperluan, seperti modal kerja, investasi, dan lainnya. (Lid)
KalbarOnline, Pontianak - Dalam upaya meningkatkan edukasi dan literasi keuangan bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengadakan sosialisasi Undang-Undang Fidusia serta penerapan industri pembiayaan di Kalbar pada Kamis (10/10/2024) siang.
Ketua Umum APPI, Suwandi Wiratno menjelaskan, bahwa pemahaman masyarakat tentang perusahaan pembiayaan masih minim, sehingga banyak yang keliru menganggap perusahaan pembiayaan sama dengan leasing.
"Perusahaan pembiayaan belum dikenal secara luas di Pontianak. Oleh karena itu, melalui kegiatan Multifinance Day yang berlangsung selama tiga hari di Gaia Mall, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami apa itu perusahaan pembiayaan dan perannya," ujar Suwandi Wiratno.
Ia juga menambahkan, bahwa acara ini bertujuan memberikan pemahaman yang tepat tentang penerapan Eksekusi Jaminan Fidusia kepada para pelaku industri pembiayaan, aparat penegak hukum, tenaga penagihan dan masyarakat.
"Kami menekankan pentingnya memahami bagaimana berutang secara bijak dan kewajiban membayar angsuran pinjaman agar tidak terjadi kelalaian atau pengabaian," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Khusus, Andra Sapta mengungkapkan, bahwa Kalimantan Barat memiliki kontribusi sebesar 2,1 persen dari total outstanding nasional.
"Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia, kontribusi Kota Pontianak masih relatif kecil," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa jumlah piutang bermasalah di Kalimantan Barat mencapai lebih dari Rp223 miliar. Perusahaan pembiayaan di Kalbar telah menyalurkan pinjaman untuk berbagai keperluan, seperti modal kerja, investasi, dan lainnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini