Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 02 Februari 2026 |
KALHARONLINE.com - Gigi berlubang atau karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Sayangnya, kondisi ini kerap dianggap sepele dan hanya dihubungkan dengan rasa nyeri sesaat, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan mulut.
Menyikapi hal tersebut, dokter gigi Zhafirah Maulidya Sardi menjelaskan, bahwa karies gigi terjadi akibat kerusakan lapisan gigi yang disebabkan oleh bakteri sisa makanan, terutama yang mengandung gula.
"Bakteri tersebut menghasilkan asam yang secara perlahan mengikis email gigi hingga terbentuk lubang," ujarnya ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Senin, (02/02/2026).
Pada tahap awal, karies sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari kondisi giginya sudah bermasalah.
Ia menambahkan, seiring waktu, lubang gigi dapat membesar dan mencapai lapisan dalam gigi menyebabkan rasa ngilu, nyeri hebat hingga infeksi.
Jika dibiarkan, karies dapat memicu abses gigi, pembengkakan, bau mulut bahkan berisiko menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lain.
"Pada anak-anak karies gigi juga dapat menganggu proses makan, bicara dan tumbuh kembang. Sementara pada orang dewasa dan lansia dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, infeksi, hingga kehilangan gigi," terangnya.
Ia pun menghimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap perawatan gigi sejak dini. Menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berflouride, menjaga pola makan sehat serta pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan.
Dengan perawatan yang tepat dan kesadaran sejak dini, risiko gigi berlubang dapat diminimalkan. Karies gigi bukan hanya soal rasa sakit, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.
"Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak lagi meremehkan gigi berlubang dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut." tuturnya. (Jau)
KALHARONLINE.com - Gigi berlubang atau karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Sayangnya, kondisi ini kerap dianggap sepele dan hanya dihubungkan dengan rasa nyeri sesaat, padahal jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan mulut.
Menyikapi hal tersebut, dokter gigi Zhafirah Maulidya Sardi menjelaskan, bahwa karies gigi terjadi akibat kerusakan lapisan gigi yang disebabkan oleh bakteri sisa makanan, terutama yang mengandung gula.
"Bakteri tersebut menghasilkan asam yang secara perlahan mengikis email gigi hingga terbentuk lubang," ujarnya ketika memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Senin, (02/02/2026).
Pada tahap awal, karies sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadari kondisi giginya sudah bermasalah.
Ia menambahkan, seiring waktu, lubang gigi dapat membesar dan mencapai lapisan dalam gigi menyebabkan rasa ngilu, nyeri hebat hingga infeksi.
Jika dibiarkan, karies dapat memicu abses gigi, pembengkakan, bau mulut bahkan berisiko menyebarkan infeksi ke bagian tubuh lain.
"Pada anak-anak karies gigi juga dapat menganggu proses makan, bicara dan tumbuh kembang. Sementara pada orang dewasa dan lansia dapat menyebabkan nyeri berkepanjangan, infeksi, hingga kehilangan gigi," terangnya.
Ia pun menghimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap perawatan gigi sejak dini. Menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi berflouride, menjaga pola makan sehat serta pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan.
Dengan perawatan yang tepat dan kesadaran sejak dini, risiko gigi berlubang dapat diminimalkan. Karies gigi bukan hanya soal rasa sakit, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.
"Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak lagi meremehkan gigi berlubang dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut." tuturnya. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini