Pontianak    

GAPKI Kalbar Gelar Syukuran HUT ke-45 dan Buka Puasa Bersama

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sabtu, 28 Februari 2026
GAPKI Kalbar Gelar Syukuran HUT ke-45 dan Buka Puasa Bersama
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Provinsi Kalimantan Barat menggelar syukuran memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama Ramadan 1447 Hijriah.

Momentum tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan melalui program GAPKI Kalbar Peduli kepada panti asuhan dan marbot masjid.

Ketua GAPKI Cabang Kalbar, Aris Supratman, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-45 bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas peran strategis GAPKI dalam mengawal tata kelola komoditas sawit di Kalimantan Barat.

“Peran strategis GAPKI adalah mengawal tata kelola sawit di Kalbar. Ke depan mari bersama-sama kita lalui tantangan yang semakin dinamis dan perlu disikapi secara bijak,” ujarnya kemarin.

Dalam suasana Ramadan, Aris mengajak seluruh pihak untuk menggali hikmah bulan suci melalui kesabaran, pengendalian diri, serta menjauhi perilaku negatif.

“Ramadan mengajarkan kita disiplin diri dan integritas, bahkan tanpa diawasi orang lain. Kita juga dilatih untuk berbagi dan berempati, sehingga terbentuk kekompakan dalam mencapai tujuan bersama,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual tersebut sangat relevan untuk diimplementasikan dalam tata kelola industri sawit yang berkelanjutan dan berintegritas.

“Tentu indah jika nilai-nilai Ramadan bisa kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan usaha dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.

Aris juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam mengawal komoditas sawit sebagai sektor strategis daerah. Di tengah berbagai pro dan kontra terhadap industri sawit, ia menekankan pentingnya sikap bijak dan berbasis regulasi.

“Kita harus menyikapi pro dan kontra secara bijak. Tata kelola dan tata niaga sawit perlu kita cermati agar berjalan sesuai regulasi yang ada,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan tata kelola yang baik akan berdampak langsung terhadap keberlanjutan industri, stabilitas ekonomi daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain isu tata kelola, GAPKI Kalbar juga menyoroti tantangan ke depan, khususnya potensi cuaca panas pada 2026 yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Tantangan 2026 cuaca akan panas. Kita harus menyiapkan sarana dan prasarana untuk penanganan karhutla sejak dini,” ujarnya.

Ia menegaskan kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri sawit sekaligus melindungi lingkungan.

Momentum HUT ke-45 ini pun menjadi pengingat bahwa industri sawit tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi juga tanggung jawab sosial, tata kelola berkelanjutan, serta kontribusi terhadap stabilitas daerah.

Melalui semangat kebersamaan Ramadan, GAPKI Kalbar berharap kolaborasi antar pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi dinamika sektor sawit ke depan. (Jau)

Artikel Selanjutnya
Mobil Impor, Politik Patronase, dan Ujian Independensi Koperasi Desa
Sabtu, 28 Februari 2026
Artikel Sebelumnya
Mudik Gratis 2026 Pemprov Kalbar, 33 Bus Disiapkan
Sabtu, 28 Februari 2026

Berita terkait