Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Gereja Santo Yoseph Tumbang Titi Diresmikan, Bupati Martin: Jangan Sampai Sepi Aktifitas Ibadah
Home > Berita > Politik > Gereja Santo Yoseph Tumbang Titi Diresmi...
Ketapang

Gereja Santo Yoseph Tumbang Titi Diresmikan, Bupati Martin: Jangan Sampai Sepi Aktifitas Ibadah

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Sunday, 09 September 2018 - 00:44 WIB
Gereja Santo Yoseph Tumbang Titi Diresmikan, Bupati Martin: Jangan Sampai Sepi Aktifitas Ibadah
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline,

Ketapang – Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH, M.Sos meresmikan Gereja

Santo Yoseph di Desa Serengkah, Kecamatan Tumbang Titi, Sabtu (8/9/2018). Peresmian

gereja baru tersebut ditandai dengan membunyikan sirine oleh Bupati Ketapang

bersama unsur Forkopimda dan pihak gereja.

Usai meresmikan gereja, Martin Rantan juga melakukan

penandatanganan prasasti bersama dengan Uskup Ketapang kemudian dilanjutkan

dengan peninjauan ke dalam gereja serta penanaman pohon dilokasi sekitar

bangunan gereja.

Dalam sambutannya, Martin Ramtan berharap usai resmikan agar

gereja dapat dipelihara dengan baik dan selalu diisi dengan kegiatan-kegiatan

peribadatan oleh jemaat di sekitarnya.

“Isi dengan kegiatan peribadatan dan jangan sampai kosong, gereja

yang kita bangun ini sangat refresentatif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Martin mengatakan fungsi gereja tidak hanya

semata-mata sebagai tempat ibadah namun juga sebagai pusat pengembangan

kualitas dan pemberdayaan ekonomi umat. Oleh karenanya sinergis umat didalamnya

harus selalu terjalin dengan baik, khususnya aktifitas spiritual dan sosial

maupun ekonomi.

“Sebaiknya tempat ibadah harus dibangun dengan infrastruktur

yang lengkap dengan gaya arsitektur yang indah. Agar orang yang beribadah

merasa tenang dan nyaman,” pesannya.

Martin juga mengingatkan perihal tantangan kedepan yang

menuntut untuk terwujudnya pembangunan kejayaan bangsa melalui pencapaian

prestasi yang agamis dengan mengedepankan toleransi umat beragama atau tri

kerukunan umat beragama dalam upaya bersama-sama menjaga persatuan dan

kesatuan.

“Kita harus optimis, jika semuanya bersatu padu menggalang

kebersamaan, maka kita akan terhindar dari keterpurukan, menuju umat dan bangsa

yang sejahtera, mandiri, bermartabat dan relegius serta berkepribadian,” pungkasnya.

(Adi

LC)

Tag