Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Ditunjuk Jadi Sekolah Induk Klaster, SDIT Ar-Rayyan Laksanakan 'IN Service Learning' Pendampingan Kurikulum 2013
Home > Berita > Politik > Ditunjuk Jadi Sekolah Induk Klaster, SDI...
Sekadau

Ditunjuk Jadi Sekolah Induk Klaster, SDIT Ar-Rayyan Laksanakan 'IN Service Learning' Pendampingan Kurikulum 2013

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Thursday, 27 September 2018 - 20:37 WIB
Ditunjuk Jadi Sekolah Induk Klaster, SDIT Ar-Rayyan Laksanakan 'IN Service Learning' Pendampingan Kurikulum 2013
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline, Sekadau

– SDIT Ar-Rayyan yang ditunjuk Dinas Pendidikan sebagai sekolah induk

klaster melaksanakan In Service Learning

Pendampingan Kurikulum 2013, Kamis (27/9/2018).

Riduan Fauzi, S.Pd selaku Kepala Sekolah induk klaster

menympaikan bahwa peserta terdiri dari lima sekolah imbas dengan jumlah peserta

24 orang terdiri dari Kepala Sekolah, guru agama, guru kelas 1 dan guru kelas 4.

Riduan juga berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk

meng implementasikan kurikulum 2013.

“Kita berharap bersama agar kegiatan ini bisa menjadi wadah

untuk kita mengimplementasi K13 dan bisa memajukan pendidikan di sekolah masing-masing,”

pungkas Riduan.

Martinus Lomon, S.Pd yang mewakili Dinas Pendidikan cabang

Sekadau Hilir yang hadir pada acara tersebut menyampaikan bahwa di Kecamatan Sekadau

Hilir untuk tingkat SD sudah 100 persen menggunakan kurikulum 2013 namun ia

mengaku masih ada masalah yang dialami saat ini berupa buku dan tenaga

pendidik.

“Untuk Kecamatan Sekadau Hilir sudah mencapai 100 persen melaksanakan

K13, hanya saja kita masih ada masalah dengan kurangnya buku K13 dan tenanga

pendidik di beberapa sekolah yang ada di Sekadau Hilir ini,” kata Martinus.

“Kegiatan ini sangat baik untuk dilaksanakan karena dapat

memberikan pemahaman bagaimana seharusnya pembelajaran K13 di sekolah,” sambung

Martinus.

Sementara Gunawan, S.Pd.SD selaku Kasi SD Dinas Pendidikan Sekadau

menyampaikan bahwa pendampingan K13 ke sekolah merupakan sebuah proses untuk

menerapkan K13.

“Pendampingan ini sebuah proses kita untuk menerapkan K13

yang sesungguhnya,” kata Gunawan.

Dengan kendala yang dihadapi seperti buku, Gunawan berpesan

agar guru-guru dapat kreatif untuk mencari referensi lebih banyak melalui

teknologi.

“Karena kita di Sekadau ini mempunyai kendala terkait buku,

diharapkan guru-guru dapat aktif, kreatif dapat menggunakan teknologi untuk

mencari bahan ajar,” tukas Gunawan.

Salah seorang peserta, Norema, S.Pd menyampiakan kegiatan

ini sangat membantu dirinya untuk lebih dalam memahami kurikulum 2013.

“Saya merasa kegiatan ini sangat membantu saya dalam

memahami pembelajaran kurikulum 2013,” ungkap Norema.

“Semoga peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah

didapat untuk diaplikasikan di sekolah masing-masing dan tentunya dapat memajukan

pendidikan di sekolah masing-masing,” pungkas Norema. (Arip Maulana/Mus)

Tag