Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Gema Muharram 1440 Hijriah, Polda Kalbar Santuni Anak Yatim
Home > Berita > Politik > Gema Muharram 1440 Hijriah, Polda Kalbar...
Kubu Raya

Gema Muharram 1440 Hijriah, Polda Kalbar Santuni Anak Yatim

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Saturday, 29 September 2018 - 01:19 WIB
Gema Muharram 1440 Hijriah, Polda Kalbar Santuni Anak Yatim
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline, Kubu

Raya – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat memberikan santunan

kepada 1000 anak yatim, fakir miskin dan santri dhu’afa dalam acara Gema

Muharram 1440 H, yang berlangsung di Pondok Pesantren Anta Al-Amin Kubu Raya,

Sabtu (29/9/2018).

“Gema Muharram adalah sebagai bentuk memperingati tahun baru

Islam 1440 Hijriah dan sebagai bentuk evaluasi diri kita agar lebih baik dari

tahun lalu,” ucap Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono.

Kapolda mengatakan, peringatan tahun baru Islam bukan hanya

sekedar rutinitas tanpa ada makna, tapi harus ada kualitas iman dengan

mengambil hikmah untuk kita renungkan agar menjadikan diri kita lebih baik.

Sementara Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang

Purnomo mengatakan santunan yang diberikan berupa makanan pokok seperti

sembako, bingkisian yang berisi alat-alat ibadah seperti kain sarung sejadah,

mukena, dan amplop uang santunan.

Atas santunan ini, Ketua DPW IPI Kalbar, KH. Zuhdi

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Polda Kalbar yang telah

percaya kepada IPI (Ikatan Pesantren Indonesia) memberikan santunan kepada anak

yatim.

“Kami secara pribadi mengucapkan terimakasih kepada bapak

Kapolda, telah percaya kepada IPI memberikan santunan kepada anak yatim. Peduli

terhadap anak yatim memang tanggung jawab kita semua,” ucapnya.

Zuhdi menambahkan, banyak program Kapolda yang perlu

dukungan dari Kyai terutama masalah narkoba, pungutan liar dan memberantas

isu-isu hoax. Menurutnya hoax sama dengan fitnah, oleh karena itu ia mengajak

agar tidak menyebarkan hoax.

“Hoax itu fitnah. Fitnah itu lebih kejam dri pada

pembunuhan. Ayo kita cari cara lain, jangan saling ejek mengejek, hujat

menghujat. Dengan adanya doa anak yatim ini, semoga bangsa kita tetap aman,

terkendali dan tenang dibawah komando bapak kapolda,” tutupnya. (*/ian)

Tag