Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Tekan Angka Penduduk, KKBPK Sasar Daerah Terpencil
Home > Berita > Politik > Tekan Angka Penduduk, KKBPK Sasar Daerah...
Kubu Raya

Tekan Angka Penduduk, KKBPK Sasar Daerah Terpencil

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Friday, 19 October 2018 - 02:13 WIB
Tekan Angka Penduduk, KKBPK Sasar Daerah Terpencil
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline, Kubu

Raya – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian

Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Kubu Raya mencanangkan delapan

desa dari delapan Kecamatan untuk menjadi untuk menjadi Kampung Keluarga

Berencana (KB), hal tersebut dikatakan Kepala DP3KB, Titus Nursiwan saat

menghadiri sosialisasi Kampung KB di Desa Pasak, Kecamatan Sungai Ambawang,

Kubu Raya, Rabu (17/10)

“Sesuai dengan intruksi Presiden RI, setiap kecamatan

terutama untuk daerah tertinggal untuk membentuk Kampung KB hal ini dalam

rangka membentuk pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana

Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat

untuk menuju keluarga yang bahagia dan sejahtera,” ujarnya.

Menurut Titus Nursiwan dengan adanya KKBPK maka dapat

menekan angka penduduk yang terbilang cukup banyak. Terutama kepada

daerah-daerah yang tertinggal dan terpencil.

“Maka dari itu dengan adanya campur tangan pemerintah di suatu

daerah tertinggal dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada, contohnya

tingkat perkawinan dengan usia muda yang harus dicari penyebabnya begitu pula

dengan kesadaran KB yang masih rendah. Untuk itulah pemerintah campur tangan,” tukasnya.

Apalagi lanjut Titus, negara Indonesia akan menyambut bonus

demografi daerah Kabupaten Kubu Raya akan mengalami angka usia produktif lebih

banyak ditahun 2025 hingga 2030. Untuk itu hal ini sudah semestinya

dipersiapkan.

“Karena usia produktif apabila sudah menikah sangat

menghambat terutama beban pada rumah tangganya, seperti memiliki anak diumur

yang masih muda. Karena pada dasarnya factor secara fisik dan mental serta

ekonomi mereka belum siap untuk berumah tangga, yang seharusnya pada usia ini

meraka masih mengeyam pendidikan,” tandasnya. (ian)

Tag