Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Warga Hulu Sungai Desak PLN Segera Alirkan Listrik
Home > Berita > Politik > Warga Hulu Sungai Desak PLN Segera Alirk...
Ketapang

Warga Hulu Sungai Desak PLN Segera Alirkan Listrik

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Thursday, 06 December 2018 - 21:08 WIB
Warga Hulu Sungai Desak PLN Segera Alirkan Listrik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline

Ketapang – Warga di Kecamatan Hulu Sungai,

Kabupaten Ketapang mendesak Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera

menyelesaikan pembangunan jaringan di wilayah tersebut. Lantaran hingga saat

ini masyarakat belum bisa merasakan listrik negara karena lambannya pembangunan

jaringan oleh PLN.

“Selain pembangunan infrastruktur, hal

mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat persoalan listrik, namun hingga saat

ini semua masih menjadi mimpi bagi masyarakat,” ujar Ketua perkumpulan Bihak

Sekayuq, Sabinus Andi, Selasa (4/12/2018) kemarin.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa harapan

teraliri listrik muncul sejak setahun yang lalu ketika adanya penancapan tiang-tiang

listrik yang katanya akan dilanjutkan dengan pembangunan jaringan, namun

harapan itu seolah sirna karena hingga saat ini masih belum terealisasi bahkan

tiang listrik yang sudah terpasang banyak yang bertumbangan.

“Kita sangat sayangkan pembangunan tiang

listrik ‘semborono’ karena belum bisa difungsikan sudah ada yang tumbang.

Makanya kami mendesak pihak PLN bertanggung jawab agar tak ada tiang

bertumbangan dan mempercepat pembangunan jaringan agar listrik segera teralir

ke wilayah kami,” ungkapnya.

Untuk itu ia menekankan agar PLN dapat

bekerja profesional sehingga tak ada lagi kejadian-kejadian yang menghambat

masuknya jaringan, terlebih pembangunan jaringan menggunakan kas negara yang

dananya berasal dari pajak yang dibayar oleh masyarakat.

“Kalau dalam tahun ini PLN belum bisa

menyelesaikan persoalan ini, bukan tidak mungkin akan ada pergerakan massa yang

akan menuntut hak mereka ke PLN,” ancamnya. (Adi LC)

Tag