KalbarOnline,
Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengingatkan
kepada seluruh Kepala Daerah se-Kalbar dan jajaran dinas di lingkungan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar lebih hati-hati dalam penggunaan
anggaran.
“Fokus pemerintah adalah pembangunan sumber
daya manusia, untuk itu jangan main-main dengan anggaran pendidikan, kesehatan
dan desa. Kemarin Cianjur,” ingatnya, saat memberikan sambutan pada penyerahan
DIPA 2019, belum lama ini.
Tak hanya itu, mantan Wali Kota Pontianak
dua periode ini juga mengingatkan kepada seluruh pejabat bahwa penyadapan oleh
aparat penegak hukum tak dapat dihindari.
“Jangan cerita pake handphone jadul untuk
menghindari penyadapan aparat penegak hukum. Saya pernah jadi pemateri bersama
Ketua KPK dan Irjen Kemendagri, lalu ada seorang direktur yang menggunakan
handphone jadul, tak ada kamera dan sebagainya.”
“Ketika diskusi di ruangan itu, Pak Agus (Ketua
KPK) bilang, bapak kan direktur, masa tak mampu beli android. Bapak kira KPK
tidak bisa nyadap, justru saya makin curiga dengan bapak karena pake hp jadul,”
cerita Sutarmidji.
“Sepanjang jaringan internet ada, pakai hp
apapun tetap bisa disadap. Polisi juga sudah ada alat canggih untuk menyadap.
Jadi, jalankan saja pemerintahan secara baik dan sesuai prosedur. Khusus
jajaran dinas pendidikan dan dinas kesehatan, saya wanti-wanti betul, kemudian
perizinan, Pemerintah Pusat sudah bertekad tidak ada toleransi apapun untuk
kegiatan yang menyimpang dari anggaran untuk pendidikan dan kesehatan,”
sambungnya. (Fat)