Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Peringatan Hari Ibu, PKBI dan KPPAD Ketapang Gelar Aksi Sosial di Lapas
Home > Berita > Politik > Peringatan Hari Ibu, PKBI dan KPPAD Keta...
Ketapang

Peringatan Hari Ibu, PKBI dan KPPAD Ketapang Gelar Aksi Sosial di Lapas

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Monday, 24 December 2018 - 10:33 WIB
Peringatan Hari Ibu, PKBI dan KPPAD Ketapang Gelar Aksi Sosial di Lapas
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline,

Ketapang – Dalam rangka Hari Ibu yang diperingati

setiap tanggal 22 Desember setiap tahunnya, Perkumpulan Keluarga Berencana

Indonesia (PKBI) bersama dengan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah

(KPPAD) Ketapang melakukan aksi sosial dengan memberikan buku buku bacaan dan

perlengkapan pribadi kepada anak-anak yang menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan

(Lapas) Kelas II B Ketapang.

Relawan PKBI Ketapang, Hartati mengatakan

kegiatan sosial dengan mengunjungi dan memberikan bantuan kepada anak-anak yang

menjadi warga binaan di Lapas Ketapang tersebut dilakukan pihaknya dalam rangka

memaknai kasih sayang dalam memperingati hari ibu.

“Selain membagikan buku bacaan, al-qur'an,

alat kebersihan diri dan makanan. Acara tersebut di isi pembacaan puisi oleh

ibu-ibu relawan bersama anak-anak warga binaan,” ujarnya saat dikonfirmasi,

Minggu (23/12/2018).

Menurut Hartati, dilakukannya pembagian

buku buku bacaan tersebut lantaran pihaknya mendapat informasi dari Kalapas

mengenai minat baca warga binaan khususnya anak-anak yang tinggi namun

ketersedian buku di Lapas kelas II B Ketapang yang memang belum cukup memadai.

“Kami bersama KPAD, Organisasi Salimah,

Group Koin Parenting Online mengumpulkan buku bacaaan dari doantur untuk

dibagikan ke anak-anak warga binaan,” ungkapnya.

Hartati juga mengatakan jika tujuan

kegiatan tersebut, selain untuk mengajak anak-anak memperingati jasa ibu

mereka. Juga sebagai memotivasi anak-anak agar semakin gemar membaca untuk

terus menambah wawasan dan ilmu pengetahuan meskipun mereka berada di dalam

Lapas.

“Kedepan kita berharap mereka tidak lagi

mengulangi perbuatannya dan terus optimis menatap masa depan. Kita juga meminta

masyarakat menerima tanpa labelisasi mereka ketika keluar nantinya,” tandasnya.

(Adi

LC)

Tag