KalbarOnline,
Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji secara simbolis
meresmikan gedung UMKM Center yang berlokasi di Jalan Sultan Abdurrahman
Pontianak, Sabtu (23/3/2019).
Gedung megah dengan arsitektur menarik ini merupakan wadah bagi
para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mengembangkan dan
meningkatkan produk-produk UMKM secara simbolis diresmikan.
Sutarmidji menuturkan bangunan ini mulai dibangun kala
dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Pontianak.
Menggeliatnya sektor UMKM di Kota Pontianak membuat dirinya
terinspirasi bahwa Pontianak sudah seharusnya memiliki gedung yang
representatif bagi para pelaku UMKM untuk melakukan pertemuan-pertemuan,
diskusi, melakukan inovasi dan pengembangan produk UMKM serta sebagai wadah
untuk memasarkan produk melalui aplikasi yang telah disediakan.
Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini juga meminta
gedung yang didirikan harus unik dan menjadi daya tarik serta menjadi bagian
dari ikon pertumbuhan kawasan tersebut.
“Nah, inilah latar belakang kita mendirikan Gedung UMKM
Center dan Galeri Dekranasda. Saya baru pertama kali ini melihat gedung ini.
Saya lihat bagus sekali gedungnya,” ujarnya.
Aloe vera menjadi bagian dari produk UMKM yang ditampilkan
di Gedung UMKM Center. Terlebih, aloe vera sudah ada lebih dari 30 produk
turunannya.
“Ini menunjukkan pelaku UMKM kita kreatif,” sebutnya.
Sebagian besar pegiat UMKM ini berasal dari kalangan
generasi muda. Bahkan, untuk membantu pengembangan UMKM, Bank Indonesia
menyediakan inkubator bisnis. Tak heran, pelaku UMKM alumni dari inkubator
bisnis ada yang memiliki tiga hingga empat perusahaan.
“Produk-produk itu perlu pemasaran di sini (Gedung UMKM
Center), berdiskusi di sini, terus berinovasi di sini dan bertukar pikiran
untuk memasarkan produk-produk,” imbuh Sutarmidji.
Gedung UMKM Center yang juga sebagai Galeri Dekranasda Kota
Pontianak ini menempati areal seluas 1.083 meter persegi dengan luas bangunan
1.331,23 meter persegi. Gedung yang terdiri dari lima lantai, termasuk basement
ini menelan anggaran senilai Rp11 miliar lebih.
Di dalamnya, menampilkan produk-produk UMKM yang
dihasilkan pelaku UMKM Kota Pontianak serta ada pula aktivitas perajin yang
memperlihatkan proses pembuatan hasil kerajinannya. (Fai)