KalbarOnline, Kubu
Raya – Memasuki revolusi industri 4.0, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya
memberikan atensi khusus pada pembangunan di sektor perkoperasian dan usaha mikro
perdagangan serta industri.
Langkah-langkah menyambut revolusi industri ditekankan pada
pemanfaatan sarana digital bagi koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah di
Kabupaten Kubu Raya.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro
Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya, Nora Sari Arani, di sela Rapat
Koordinasi Pembangunan Sektor Sektor Perkoperasian, Usaha Mikro, Perdagangan,
dan Perindustrian se-Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya,
baru-baru ini.
Nora berujar, rakor bertema ‘Koperasi dan UMKM Go Digital” itu
sengaja digelar pihaknya guna menyikapi revolusi industri.
“Rakor ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pembangunan di
sektor perkoperasian, usaha mikro, perdagangan, dan perindustrian. Selain itu
juga membahas langkah-langkah yang dilakukan dalam memasuki revolusi industri
4.0 yang ditekankan pada pemanfaatan sarana digital bagi koperasi dan UMKM,”
terangnya.
Nora mengatakan koperasi aktif di Kabupaten Kubu Raya
mencapai 428 unit. Adapun usaha mikro dan kecil yang telah dibina oleh pihaknya
sebanyak 3.926 unit.
Menurut dia, masih banyak usaha mikro kecil lainnya yang belum mendapatkan pembinaan secara optimal. Padahal peranan UMKM dalam pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kubu Raya cukup signifikan.
“Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Kubu Raya sebesar 6,37 persen, UMKM menyumbang kontribusi untuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 57 persen yang didominasi dari industri pengolahan dan didukung dengan sektor pertanian dan perikanan,” jelasnya. (ian/rio)