Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Safari Ramadhan di Masjid Al Falah Banjar Serasan, Edi Kamtono Ajak Cerdas Sikapi Ilmu di Dunia Maya
Home > Berita > Politik > Safari Ramadhan di Masjid Al Falah Banja...
Pontianak

Safari Ramadhan di Masjid Al Falah Banjar Serasan, Edi Kamtono Ajak Cerdas Sikapi Ilmu di Dunia Maya

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Tuesday, 07 May 2019 - 02:41 WIB
Safari Ramadhan di Masjid Al Falah Banjar Serasan, Edi Kamtono Ajak Cerdas Sikapi Ilmu di Dunia Maya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline,

Pontianak – Kemajuan teknologi sudah sepatutnya memberikan manfaat bagi

penggunanya. Namun hati-hati jika belajar ilmu agama melalui perangkat

teknologi semisal gadget dengan fasilitas jaringan internet.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono

sebagaimana yang dialami oleh temannya.

Ia menceritakan, dahulu temannya adalah seorang pengusaha

sukses, namun sejak dia belajar agama melalui dunia maya, semua usaha yang

dijalankannya ditutup.

“Saya tanya kepada istrinya kenapa bisa demikian, menurut

istrinya sejak sang suami belajar agama melalui internet,” tuturnya saat

memberikan sambutan Safari Ramadhan usai Sholat Subuh berjamaah di Masjid Al Falah

Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Senin (6/5/2019).

Memang kalau dilihat secara kasat mata, lanjut Edi, kesannya

dia alim. Tetapi kenyataannya pikirannya kacau, tidak menghiraukan sekitarnya,

tidak mau bertemu orang, terkadang tertawa sendiri dan sikapnya berubah, tidak

seperti biasa.

Apa yang dialami temannya, dinilai Edi lantaran dia belajar

agama lewat internet mengenai segala hal yang sebenarnya dia belum siap untuk

menerima ajaran itu. Berbeda halnya jika belajar agama berhadapan dan

berinteraksi langsung dengan guru maupun ustadz.

“Sebab ada dialog antara yang mengajar dengan yang diajari.

Kemudian guru atau ustadz yang mengajari melihat situasi dan kondisi kita,”

ungkapnya.

Menurutnya, belajar agama lewat internet sah-sah saja

sepanjang yang dipelajari itu benar dan sesuai ajaran agama. Namun perlu

diingat pula bahwa belum tentu yang dipelajari itu hal-hal yang benar dan

sesuai dengan ajaran agama. Bukan tidak mungkin, ada hal-hal yang sengaja

dibuat untuk tujuan tertentu. Di balik itu terselip unsur-unsur yang justru

merusak dan tidak sesuai ajaran agama.

“Untuk itu kita harus cerdas menyikapi ilmu-ilmu yang ada

dalam internet,” tandasnya. (jim/humpro)

Tag