KalbarOnline, Kubu
Raya – Menjabat kali kedua sebagai Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan
secara gamblang mengaku dirinya belum sukses. Menurutnya, ukuran keberhasilan
sebuah kepemimpinan sejatinya dilihat dari sejauh mana pencapaian terkait
pemenuhan hajat hidup orang banyak dapat dicapai.
“Ada teman-teman ketemu dengan saya, mereka bilang ‘Pak Muda
sudah jadi orang sukses’. Saya jawab ‘belum’. Kalau sukses itu sudah semakin
berkurang anak putus sekolah di Kubu Raya, semakin tidak ada ibu meninggal melahirkan,
semakin tidak ada anak kurang gizi, semakin sedikit pengangguran, semakin
sedikit anak yang terjerumus dan sebagainya,” ujar Muda di sela kegiatan buka
puasa bersama 400 anak yatim di kediaman pribadinya di Jalan Tanjungsari, Pontianak
Tenggara, belum lama ini.
Orang nomor wahid di Kubu Raya ini menyatakan ukuran
keberhasilan seorang pemimpin bukan dilihat dari jabatan dan segala hal yang
terlihat dari luar. Ukuran keberhasilan, menurut dia, di antaranya adalah
seberapa besar anak-anak daerah yang terdidik, termasuk anak-anak yatim piatu
yang terurus oleh negara dan pemerintah.
“Tentu inilah ukuran yang harus sama-sama kita jadikan
cerminan kita juga,” ujarnya.
Menurut dia, sebuah kesuksesan tidak diharapkan pada saat
kepemimpinan tengah berlangsung. Seorang pemimpin, menurutnya, tak akan
terlihat sukses saat sedang memimpin. Karena kerap kali penilaian kesuksesan
saat memimpin berangkat dari ketidakjujuran.
“Tapi ketika sudah tidak memimpin, barulah tahu apakah
seorang pemimpin itu benar-salah, tepat-tidak dan sukses-tidaknya itu barulah
akan dirasakan dan diketahui,” sebutnya.
Karena itu, Muda mengajak semua pihak khususnya seluruh
aparatur dan perangkat daerah untuk berpikir jauh ke depan menembus zaman.
Semua pihak, kata dia, harus berpikir ketika sudah tidak lagi memimpin.
“Barulah itu mengukur dan baru terlihat apakah benar langkah
dan pemikiran keberpihakan kita. Dan apa yang kita lakukan itu menjadi amal dan
inilah yang kita harapkan bersama-sama,” tandasnya. (ian/rio)