Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Giliran Mahasiswa Ketapang Seruduk DPRD : Tolak RUU Kontroversi
Home > Berita > Politik > Giliran Mahasiswa Ketapang Seruduk DPRD...
Ketapang

Giliran Mahasiswa Ketapang Seruduk DPRD : Tolak RUU Kontroversi

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Thursday, 26 September 2019 - 22:47 WIB
Giliran Mahasiswa Ketapang Seruduk DPRD : Tolak RUU Kontroversi
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline,

Ketapang – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam dalam Aliansi Mahasiswa

Ketapang (AMK) menggelar demo ke Gedung DPRD Ketapang, Kamis (26/9/2019).

Demo ini merupakan bentuk gelombang solidaritas serta

keprihatinan mahasiswa Ketapang dalam menyikapi sekaligus menolak Undang-Undang

KPK yang baru disahkan DPR dan Pemerintah. Selain itu, mahasiswa juga

menyuarakan persoalan mengenai revisi KUHP hingga soal dampak kabut asap dari

Karhutla yang masih terus terjadi.

Lebih dari 500 mahasiswa ini mengawali aksinya dengan melakukan

long march dari halaman Masjid Agung

Al-Ikhlas menuju Gedung DPRD Ketapang. Sekitar pukul 09.50 WIB ratusan

mahasiswa tiba dengan membawa spanduk yang berisikan berbagai tulisan satire dan

kritikan.

Kordinator aksi, Hengki Setiawan secara tegas menyampaikan 5

poin tuntutan mahasiswa Ketapang. Satu di antaranya mengenai kebijakan

pemerintah pusat berkaitan dengan RUU KPK yang menurut mereka hanya bertujuan

melemahkan wewenang dan tugas KPK dalam upaya pemberantasan korupsi di

Indonesia.

“Kami secara tegas menolak pelemahan KPK dan RKUHP, untuk

itu kami mendesak anggota DPRD Ketapang untuk menyampaikan kepada DPR RI agar

mengkaji ulang Undang-undang tersebut,” ujarnya.

Suasana pun sempat tegang ketika ratusan mahasiswa

mengetahui bahwa tidak ada satupun anggota DPRD yang berada di gedung DPRD.

Maryadi mengaku bahwa seluruh anggota DPRD sedang melakukan kunjungan kerja di

beberapa daerah di Indonesia.

“Tolong datangkan anggota DPRD jangan hanya janji manis saat

kampanye tapi setelah jadi banyak merampot,” teriak mahasiswa yang kesal.

Mahasiswa sempat melakukan sholat jenazah dan menempel

spanduk penyegelan gedung DPRD Ketapang sebelum akhirnya ditemui oleh satu anggota

DPRD Ketapang. Tak sampai di situ mahasiswa juga mengancam akan menduduki

gedung DPRD Ketapang dengan melakukan pemasangan tenda jika tuntutannya tidak

dipenuhi. (Adi LC)

Tag