Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Kembangkan Industri Kreatif Menuju Industry 4.0
Home > Berita > Politik > Kembangkan Industri Kreatif Menuju Indus...
Pontianak

Kembangkan Industri Kreatif Menuju Industry 4.0

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Wednesday, 06 November 2019 - 08:10 WIB
Kembangkan Industri Kreatif Menuju Industry 4.0
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

Diskusi Aktual dan

Paparan Dokumen RPIK

KalbarOnline,

Pontianak – Sebagai kota perdagangan dan jasa, Pontianak memiliki potensi

industri yang bisa dikembangkan. Salah satunya potensi industri kreatif. Wakil

Wali Kota Pontianak, Bahasan menuturkan, potensi industri kreatif tersebut

selaras dengan program pemerintah pusat dengan slogan ‘Making Industry 4.0’.

“Dalam menyusun Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK)

Pontianak harus mendukung agenda pemerintah pusat, yaitu Making Industry 4.0

dimana Kementerian Perindustrian sebagai leading sectornya,” ujarnya usai

membuka Diskusi Aktual dan Paparan Dokumen RPIK di Aula Rohana Muthalib, Selasa

(5/11/2019).

Ia berharap Kota Pontianak siap menghadapi tantangan akan

kemunculan Revolusi Industri 4.0 yang menggabungkan teknologi otomatisasi

dengan teknologi cyber yang sudah mengubah wajah peradaban manusia.

“Sebagai kota perdagangan dan jasa, kita harus sudah siap

menghadapi tantangan yang semakin berat ini,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Bahasan, industri unggulan yang

dikembangkan di Kota Pontianak adalah salah satunya aloe vera dengan aneka

produk turunannya. Faktor geografis yang dimiliki Pontianak menjadi nilai

tambah dalam pengembangan produk aloe vera sehingga dapat menumbuhkembangkan

industri kecil dan menengah.

“Produk-produk yang dihasilkan pun telah dikenal, tidak

hanya nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Terkait penyusunan RPIK, dirinya berharap forum yang digelar

ini dapat menginterpretasikan tentang industri di Kota Pontianak ke depannya.

Kendala yang dialami pelaku usaha dalam pengembangan industri terutama industri

kecil dan menengah dapat menjadi masukan dalam pembuatan RPIK.

“Melalui pertemuan diskusi aktual dan paparan ini dapat

menelurkan RPIK yang sinkron, sinergis dan jelas,” pungkasnya. (jim)

Tag