Diskusi Aktual dan
Paparan Dokumen RPIK
KalbarOnline,
Pontianak – Sebagai kota perdagangan dan jasa, Pontianak memiliki potensi
industri yang bisa dikembangkan. Salah satunya potensi industri kreatif. Wakil
Wali Kota Pontianak, Bahasan menuturkan, potensi industri kreatif tersebut
selaras dengan program pemerintah pusat dengan slogan ‘Making Industry 4.0’.
“Dalam menyusun Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK)
Pontianak harus mendukung agenda pemerintah pusat, yaitu Making Industry 4.0
dimana Kementerian Perindustrian sebagai leading sectornya,” ujarnya usai
membuka Diskusi Aktual dan Paparan Dokumen RPIK di Aula Rohana Muthalib, Selasa
(5/11/2019).
Ia berharap Kota Pontianak siap menghadapi tantangan akan
kemunculan Revolusi Industri 4.0 yang menggabungkan teknologi otomatisasi
dengan teknologi cyber yang sudah mengubah wajah peradaban manusia.
“Sebagai kota perdagangan dan jasa, kita harus sudah siap
menghadapi tantangan yang semakin berat ini,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Bahasan, industri unggulan yang
dikembangkan di Kota Pontianak adalah salah satunya aloe vera dengan aneka
produk turunannya. Faktor geografis yang dimiliki Pontianak menjadi nilai
tambah dalam pengembangan produk aloe vera sehingga dapat menumbuhkembangkan
industri kecil dan menengah.
“Produk-produk yang dihasilkan pun telah dikenal, tidak
hanya nasional bahkan internasional,” jelasnya.
Terkait penyusunan RPIK, dirinya berharap forum yang digelar
ini dapat menginterpretasikan tentang industri di Kota Pontianak ke depannya.
Kendala yang dialami pelaku usaha dalam pengembangan industri terutama industri
kecil dan menengah dapat menjadi masukan dalam pembuatan RPIK.
“Melalui pertemuan diskusi aktual dan paparan ini dapat
menelurkan RPIK yang sinkron, sinergis dan jelas,” pungkasnya. (jim)