Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Video Viral, Ribuan Ayam Dikubur Hidup-hidup Pemiliknya Imbas Harga Anjlok   
Home > Berita > Politik > Video Viral, Ribuan Ayam Dikubur Hidup-h...
Kabar

Video Viral, Ribuan Ayam Dikubur Hidup-hidup Pemiliknya Imbas Harga Anjlok   

Jauhari Fatria
Jauhari Fatria
Sunday, 15 March 2020 - 21:43 WIB
Video Viral, Ribuan Ayam Dikubur Hidup-hidup Pemiliknya Imbas Harga Anjlok    
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline.com – Sejumlah peternak unggas di distrik Belagavi dan Kolar, India, nampaknya mulai ‘frustasi’ dengan anjloknya harga ayam di pasaran, yang diakibatkan mewabahnya virus corona. Akibatnya, mereka pun “menguburkan” ayam-ayamnya.

Video ribuan ekor ayam yang akan “dikubur” tersebut dalam beberapa waktu langsung viral setelah diunggah salah satu pemilik akun twitter @nkaggeere.

Sementara itu, berdasarkan pemberitaan yang dimuat di salah satu portal online, deccanherald.com, salah seorang pemilik ribuan ayam itu bernama Nazeer Makandar. Ia merupakan peternak di Lolsur. Ia mengatakan mengubur ayam ternaknya hidup-hidup karena dia tidak mampu membeli biaya pakan yang dibutuhkan untuk ayam-ayam tersebut. Sementara harga ayam di pasaran, menurutnya, tidak bisa diharapkan sejak pecahnya #covid-19.

“Sejak wabah Covid-19, ada desas-desus bahwa mengkonsumsi ayam akan menyebabkan penyebaran penyakit. Dengan desas-desus yang beredar di media sosial, orang lebih memilih untuk menahan diri makan ayam, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan harga,” katanya.

Makandar meminta bantuan JCB untuk menggali lubang besar di desa dan mengubur sekitar 6.500 ekor ayam hidup itu. Dia mengatakan harga satu kilo ayam saat ini hanya Rs 8, sedangkan pakan yang dibutuhkan untuk meningkatkan berat ayam membutuhkan biaya Rs 50.

Di Bangarapet, kondisi sama juga terjadi. Sekitar 9.500 ayam dikubur hidup-hidup karena penurunan harga yang tajam. Peternakan itu milik Ramachandra Reddy dari Bangarapet dan dioperasikan oleh Satish dari K R Puram, Bengaluru, berdasarkan kontrak yang ada.[asa]

Tag