Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Sehari 368 Meninggal, Liga Italia tak Bisa Lanjut April
Home > Berita > Politik > Sehari 368 Meninggal, Liga Italia tak Bi...
Nasional

Sehari 368 Meninggal, Liga Italia tak Bisa Lanjut April

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Monday, 16 March 2020 - 08:46 WIB
Sehari 368 Meninggal, Liga Italia tak Bisa Lanjut April
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline.com, ROMA — Sebanyak 368 orang yang tertular virus corona dilaporkan meninggal dunia selama 24 jam terakhir di Italia. Dengan demikian, hingga dinihari tadi, total korban

meninggal menjadi 1.809. Selain itu, ada 1.672 dalam perawatan intensif di seluruh negara. Dari jumlah tersebut, 767 di antaranya berasal dari wilayah Lombardy, yang merupakan pusat pandemi COVID-19 di Italia.

Sekarang ada 20.603 orang yang menderita coronavirus di negara ini. Angka itu meningkat 2.853 dibandingkan kemarin. Sebanyak 9.663 dirawat di rumah sakit dengan gejala, dengan 9.268 lainnya melakukan isolasi sendiri di rumah setelah hasil tes positif. Termasuk 11 pemain Serie A di Sampdoria, Fiorentina dan Juventus. Penyakit ini tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Bahkan, para ahli memperingatkan Eropa saat ini belum mencapai puncaknya. Dan Presiden Asosiasi, Pemain Damiano Tommasi menegaskan tidak mungkin untuk melanjutkan Serie A pada bulan April.

“Jelas tidak mungkin untuk mulai bermain pada awal April. Jika semuanya berjalan dengan baik, kita dapat melanjutkan pada Mei atau Juni. Ketika kita berbicara tentang

sepak bola, orang berpikir kita hanya memastikan keamanan pemain, tetapi ada seluruh dunia di belakang tim,” kata Presiden AIC kepada Che tempo che fa. FIGC (Federasi Italia) akan meminta UEFA untuk menunda Euro 2020 hingga Desember atau musim panas mendatang, keputusan yang Tommasi sepakati. Menurutnya, ia ragu Piala Eropa memang bisa digelar tepat waktu.

“Terutama karena formula tahun ini pertandingan digelar di 12 negara berbeda dengan 24 tim, jadi bermain dengan stadion penuh dalam keadaan seperti itu tampaknya mustahil,” ujarnya dikutip dari Football Italia. (amr)

Tag