Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
PBSI Sudah Temukan Formula untuk Simulasi Piala Thomas dan Uber
Home > Berita > Politik > PBSI Sudah Temukan Formula untuk Simulas...
Olahraga

PBSI Sudah Temukan Formula untuk Simulasi Piala Thomas dan Uber

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Saturday, 01 August 2020 - 18:16 WIB
PBSI Sudah Temukan Formula untuk Simulasi Piala Thomas dan Uber
Menteri AHY Dampingi Presiden Joko Widodo Serahkan 10.323 Sertipikat Tanah untuk Masyarakat Banyuwangi
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar


KalbarOnline.com – PP PBSI telah menyusun mekanisme turnamen internal untuk simulasi Piala Thomas dan Uber 2020. Simulasi rencananya dilangsungkan pada September atau persis sebulan sebelum kejuaraan beregu paling bergengsi tersebut digeber di Aarhus, Denmark, pada 3‒11 Oktober.

Namun, sebelum simulasi itu dilaksanakan, PBSI harus memastikan satu hal lebih dulu. Yakni, apakah Piala Thomas-Uber jadi diselenggarakan atau tidak. Memang, dalam pekan-pekan ini muncul keraguan. Sebab, BWF baru saja membatalkan empat turnamen sekaligus. Yakni, Taipei Open, Korea Open, China Open, serta Japan Open.

Artinya, seluruh turnamen yang diagendakan sebelum Piala Thomas dan Uber batal. ’’Kalau Thomas dan Uber Cup dipastikan terlaksana, baru kita gelar simulasi di Pelatnas Cipayung nanti,’’ kata Achmad Budiharto, Sekjen PP PBSI, kemarin.

Jadwalnya sudah tersusun. Pada 1‒3 September digunakan untuk simulasi Piala Thomas. Lalu, 8‒10 ditujukan untuk Piala Uber Cup.

Budi menuturkan, sistem pertandingan menggunakan setengah kompetisi. Tujuannya, setiap atlet memiliki waktu pertandingan yang lebih banyak. ’’Tujuan utamanya kan agar mereka bisa dapat bertanding sehingga punya kesiapan,’’ ucapnya.

Dari situ, lanjut dia, pihaknya bisa mengukur kesiapan tiap atlet.

Untuk turnamen dengan level tinggi seperti Piala Thomas dan Uber, tim pembinaan dan prestasi (binpres) harus jeli membentuk skuad. Sebab, setiap negara hanya diberi kuota maksimal 10 pemain. Umumnya, setiap peserta membawa empat pemain tunggal dan tiga pasang ganda.

Karena ingin menciptakan persaingan yang sengit di ajang simulasi, PBSI tidak akan mengelompokkan para pemain utama melawan pelapis. Melainkan digabung agar kekuatannya lebih merata.

’’Kalau tim pemain inti lawan pelapis, nanti jomplang,’’ jelasnya. Tim tersebut, kata Budi, akan ditentukan paling lambat Senin (3/8).

Kabidbinpres PBSI Susy Susanti menambahkan, pada simulasi mungkin ada empat tim di tiap regu putra dan putri. Di kategori putra, pemain nomor satu pelatnas seperti Anthony Sinisuka Ginting tidak akan setim dengan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Namun, formula yang pas dan tepat masih terus disusun.

Tag