Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Meski Kematian Rendah, Singapura Akui Banyak Kesalahan Tangani Pandemi
Home > Berita > Politik > Meski Kematian Rendah, Singapura Akui Ba...
Internasional

Meski Kematian Rendah, Singapura Akui Banyak Kesalahan Tangani Pandemi

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Thursday, 03 September 2020 - 06:06 WIB
Meski Kematian Rendah, Singapura Akui Banyak Kesalahan Tangani Pandemi
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar


KalbarOnline.com – Singapura menjadi negara yang berhasil menekan angka kematian akibat Covid-19. Sejauh ini hanya 27 jiwa yang meninggal akibat virus Korona. Meski begitu, Singapura masih kurang puas dan merasa harus banyak yang dievaluasi.

Dilansir dari Bloomberg, Rabu (2/9), Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong memaparkan kesalahan langkah awal yang dibuat pemerintahnya dalam menangani pandemi Covid-19. Itu tergambar dalam pidatonya. Dia memperingatkan agar tidak melonggarkan upaya pembatasan sosial terlalu dini.

  • Baca juga: Jadi Beban Malaysia, Kasus Impor Covid-19 Sepertiga dari Indonesia

“Dengan melihat evaluasi ke belakang, kami pasti akan melakukan beberapa hal secara berbeda dan lebih baik,” kata Lee dalam pidatonya.

“Saya berharap semua orang memahami bahwa orang dengan Covid-19 dapat menular bahkan ketika tanpa gejala,” imbuhnya.

Penilaian Lee terhadap respons virus mencerminkan tantangan yang dihadapi kota-kota di Singapura saat mereka bergulat dengan bagaimana dan kapan harus membuka kembali ekonomi. Tentunya akan ada ancaman gelombang kedua dan seterusnya.

Lee mengakui kesalahan Singapura yakni seharusnya mengkarantina semua warga negara yang kembali dari luar negeri lebih awal. Singapura juga merasa semestinya merekomendasikan agar setiap orang memakai masker wajah lebih cepat sehingga bisa lebih agresif

“Dan seharusnya kami bisa membatasi penularan di kelompok pekerja migran yang membanjiri kami,” ungkap Lee.

Singapura yang dipuji secara global atas upayanya untuk mengatasi wabah di masa-masa awal, mengalami kemunduran ketika infeksi menyebar di antara komunitas pekerja migran. Singapura meningkatkan respons melawan virus mewajibkan penggunaan masker, memberlakukan penguncian parsial selama dua bulan, dan sekarang memiliki tingkat pengujian tertinggi yang dilaporkan di Asia Tenggara. Jumlah kasus di komunitas yang lebih luas di Singapura tetap relatif kecil dan telah menurun, sementara kematian rendah.

Tag