Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Satu Warga Kanada Dijatah Sembilan Dosis Vaksin Covid-19
Home > Berita > Politik > Satu Warga Kanada Dijatah Sembilan Dosis...
Internasional

Satu Warga Kanada Dijatah Sembilan Dosis Vaksin Covid-19

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Sunday, 13 December 2020 - 13:48 WIB
Satu Warga Kanada Dijatah Sembilan Dosis Vaksin Covid-19
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar


KalbarOnline.com – Jika ketersediaan vaksin dianggap setara dengan perlindungan, penduduk Kanada bakal menjadi yang paling terlindung. Sebab, negara yang dipimpin Perdana Menteri Justin Trudeau itu sudah memesan vaksin Covid-19 untuk seluruh penduduknya plus menyetok sebanyak-banyaknya.

Bila dirata-rata, satu orang di Kanada bisa mendapatkan sembilan dosis. Padahal, satu orang membutuhkan dua dosis saja. Rekor tersebut disusul Amerika Serikat, yaitu tujuh dosis, dan Inggris serta Australia dengan lima dosis per orang.

Negara-negara maju itu memang lebih diuntungkan. Bukan hanya karena mereka memiliki uang untuk memesan lebih dulu. Mereka juga memiliki teknologi penyimpanan dan distribusi vaksin dengan cepat.

Vaksin buatan Pfizer-BioNTech harus disimpan di suhu minus 70 derajat Celsius. Negara-negara kurang mampu bakal kesulitan untuk menangani hal itu.

Masalah logistik memang menjadi pembahasan jauh sebelum ada vaksin yang lolos uji klinis tahap III. Sebab, banyak pesawat yang tidak memiliki alat pendingin khusus. Nicholas Lusiani dari Oxfam mengungkapkan, ada diskusi awal untuk mengatasi distribusi vaksin.

Salah satunya adalah produksi masal berbiaya rendah oleh banyak produsen farmasi di seluruh dunia. Konsekuensinya, perusahaan-perusahaan pemilik vaksin harus berbagi ”resep” pembuatan. Itu yang berat. Sejauh ini Pfizer dan Moderna tutup mulut terkait ide tersebut.

Baca Juga: Negara Kaya Borongan Vaksin Covid-19, Negara Miskin Tunggu Antrean

”Sejujurnya saat ini ada terlalu banyak celah antara paparan dan kenyataan untuk memberikan hasil yang adil dan merata bagi penduduk di seluruh dunia,” terang Direktur Eksekutif Kedaruratan Kesehatan WHO Mike Ryan seperti dikutip Fortune.

WHO sudah memiliki gambaran untuk menjembatani celah tersebut, tapi belum punya dana untuk merealisasikannya. Jadi, untuk sementara waktu, pilihan yang dimiliki penduduk negara miskin adalah menunggu –dengan terus melakukan pencegahan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Tag