Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Joe Biden Disuntik Dosis Kedua Vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech
Home > Berita > Politik > Joe Biden Disuntik Dosis Kedua Vaksin Co...
Internasional

Joe Biden Disuntik Dosis Kedua Vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 12 January 2021 - 14:39 WIB
Joe Biden Disuntik Dosis Kedua Vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar


KalbarOnline.com – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (11/1) menerima dosis kedua vaksin Covid-19, empat minggu setelah dia diberikan suntikan pertama.

Biden disuntik dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech di sebuah rumah sakit di Newark, Delaware, negara bagian yang menjadi tempat kelahirannya dan markas transisinya berada.Biden menerima dosis pertama pada 21 Desember. Biden mengenakan kemeja polo lengan pendek sehingga petugas mudah menyuntikkan vaksin Pfizer-BioNTech ke lengannya.

Pada kesempatan itu, dia juga mendesak orang Amerika untuk terus memakai masker, seraya melambaikan masker hitam miliknya.

Vaksin Pfizer-BioNTech bersama dengan vaksin Moderna, didistribusikan ke seluruh negeri setelah mendapatkan izin penggunaan darurat. Memerlukan dua dosis untuk disuntikkan dengan selang waktu beberapa minggu. Begitu juga dengan vaksin Moderna.

Biden baru-baru ini berjanji untuk merilis hampir semua vaksin Covid-19 yang dimiliki negara itu setelah menjabat pada 20 Januari, daripada menahan jutaan botol untuk menjamin ketersediaan dosis kedua. Dia juga berencana memvaksinasi 100 juta orang Amerika dalam 100 hari pemerintahan pertamanya.

Sementara peluncuran vaksin di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump telah banyak dikritik karena sangat lambat sehingga gagal mencapai target awal untuk memberikan 20 juta dosis ke orang Amerika pada akhir tahun lalu. ’’Saya yakin kita bisa menyelesaikan apa yang harus kita selesaikan,’’ tegas Biden, seperti dikutip Antara dari Xinhua.

Biden mengatakan, sekitar 3.000 hingga 4.000 orang Amerika meninggal karena penularan per hari di luar batas. Pejabat transisi mengeluh tentang kurangnya perencanaan jangka panjang oleh pemerintahan Trump untuk mengimunisasi rakyat Amerika.

Saat ini AS melampaui 22 juta kasus Covid-19, dan jumlah itu lebih dari dua kali lipat jumlah kasus Covid-19 yang dimiliki India yang berada di posisi kedua. Hitungan kematian di AS mencapai di atas 375.000 pada Senin sore waktu setempat (11/1). (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Tag