Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Menko PMK: Nasionalisme Berlebihan itu Tidak Baik
Home > Berita > Politik > Menko PMK: Nasionalisme Berlebihan itu T...
Nasional

Menko PMK: Nasionalisme Berlebihan itu Tidak Baik

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 12 January 2021 - 12:37 WIB
Menko PMK: Nasionalisme Berlebihan itu Tidak Baik
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar


KalbarOnline.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, puncak dari kematangan mental seseorang ialah ketika sadar pada derajat kemanusiaan. Terutama di Indonesia yang merupakan negara majemuk dengan beragam suku, ras, agama dan budaya.

“Jadi, seorang warga negara wajib memiliki jiwa nasionalisme dengan melihat segala perbedaan melalui dimensi ketuhanan dan kemanusiaan,” ujar Muhajdir dala keterangan terulisnya pada KalbarOnline.com.

Menurut Muhadjir, seseorang melihat sesama manusia dari dimensi kemanusiaannya, bukan dimensi yang lain. Sebagaimana dalam Al Quran bahwa hakekat kemanusiaan tetap dilandasi ketuhanan.

“Jelas dalam Pancasila yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Semua landasan kegiatan dalam konteks kemanusiaan harus disadari kesadaran Tuhan Yang Maha Tinggi,” tuturnya.

Baca Juga: Surpres soal Kapolri, PKB: Sepertinya Rabu Keramat, Kita Tunggu Saja

Baca Juga: Luhut: Tragedi Sriwijaya Air Harus Jadi Evaluasi

Baca Juga: Sarah Beatrice Jadi ‘Korban’ Sriwijaya Air karena KTP Dipinjam Teman

Ia pun menilai, kebangsaan adalah suatu hal yang sangat penting. Namun jiwa nasionalisme seseorang bukanlah segalanya, apalagi jika tidak disertai oleh nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

“Nasionalisme kalau berlebihan juga tidak baik. Sesuatu yang berlebihan, bahkan radikal itu bukan hanya soal agama tetapi pandangan nasionalisme yang berlebihan bisa menimbulkan radikalisme,” cetusnya.

Oleh sebab itu, Muhadjir mengingatkan, bahwa sejatinya dalam agama apapun selalu mengajarkan tentang kebaikan.

“Agama itu dimensinya banyak, tergantung kita melihat dari sudut apa. Pada prinsipnya semua agama mengajarkan hal yang sama yaitu kebaikan. Dalam Islam kita menyebutnya amar maruf nahi munkar,” pungkas Muhadjir.

Tag