Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Rakor Penurunan Stunting Kubu Raya Libatkan Akademisi
Home > Berita > Politik > Rakor Penurunan Stunting Kubu Raya Libat...
Kubu Raya

Rakor Penurunan Stunting Kubu Raya Libatkan Akademisi

adminkalbaronline
adminkalbaronline
Tuesday, 22 October 2024 - 16:08 WIB
Rakor Penurunan Stunting Kubu Raya Libatkan Akademisi
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KalbarOnline, Kubu Raya - Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam mengapresiasi Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kubu Raya. Sebab, rakor tersebut melibatkan para pemangku kepentingan dari lintas latar belakang seperti TNI/Polri, akademisi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, dan sebagainya.

“Ini dilakukan untuk pencegahan stunting agar tidak terjadi kasus stunting baru dari calon pengantin atau calon pasangan usia subur saat nanti mereka menikah dan melahirkan anak,” ucap Yusran Anizam saat membuka rakor di Hotel Alimoer Kubu Raya, Selasa (22/10/2024).

Yusran mengatakan, rakor TPPS merupakan implementasi dukungan terhadap lima pilar pencegahan stunting yaitu komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan perubahan perilaku, konvergensi program pusat, daerah dan desa, ketahanan pangan dan gizi, serta pemantauan dan evaluasi.

Rakor dilakukan guna menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan Kepala BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021 - 2024.

“Untuk mendukung pelaksanaan strategi nasional percepatan penurunan stunting, maka perlu dibentuk tim percepatan penurunan stunting dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ucapnya.

Dia menyatakan, percepatan penurunan prevalensi stunting di Kalimantan barat dengan target sebesar 17 persen dan di Kabupaten Kubu Raya dengan target SSGI sebesar 22.98 persen.

“Saya yakin dan optimis dapat tercapai dengan intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang terkoordinir dan terpadu kepada sasaran prioritas melalui delapan aksi konvergensi, termasuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi,” katanya. (Jau)

Tag