KALBARONLINE.com - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan kembali menegaskan, bahwa program pembebasan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi siswa SMA swasta akan diprioritaskan untuk sekolah yang terancam tutup atau mengalami kesulitan anggaran.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Pidato Perdana Gubernur Kalbar Masa Jabatan 2025 - 2030 di Kantor DPRD Provinsi Kalbar, pada Senin (03/03/2025).
“Jadi kita prioritaskan sekolah-sekolah swasta yang tidak mampu dulu. Yang situasi dan kondisinya yang sudah mulai tutup. Itu kita prioritaskan dulu,” ujarnya.
Untuk menjalankan program tersebut, Ria Norsan telah meminta dinas pendidikan untuk mendata sekolah swasta yang membutuhkan bantuan. Sementara itu, sekolah swasta yang sudah mapan, tetap akan mendapatkan perhatian, namun bantuan untuk mereka akan menunggu ketersediaan anggaran.
“Sekolah yang sudah mapan itu bukan tidak kita bantu, tetapi nanti kita menunggu anggaran kita cukup. Karena tahun ini kan adanya pemotongan anggaran. Sehingga kita belum bisa menampung semuanya,” katanya.
Meski menghadapi kendala pemotongan anggaran tahun ini, gubernur optimistis bahwa program ini bisa terealisasi sepenuhnya pada 2026.
“Jadi yakin saya tahun 2026 itu Insya Allah bisa tertampung semuanya. Mudah-mudahan bisa tertampung semua. Kemarin kalau tidak ada regulasi atau pemotongan anggaran, itu bisa kita tampung semuanya,” pungkasnya.
Saat ini, sekitar 40 ribu siswa SMA swasta masih menunggu realisasi program ini. Langkah ini diambil sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan, agar siswa di sekolah swasta juga bisa mendapatkan hak yang sama seperti di sekolah negeri. (Lid)
Lihat postingan ini di Instagram