KALBARONLINE.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan angkat bicara terkait laporan sejumlah pegawai terhadap gaya kepemimpinan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalbar, Herkulana Mekarryani.
Ia menegaskan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan menyelidiki kebenaran laporan yang disampaikan oleh pegawai.
“Nanti kita lihat ya,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Senin (21/07/2025).
Ria Norsan menegaskan, jika memang yang dilakukan terbukti tidak sesuai dengan aturan atau prosedur yang berlaku. Maka yang bersangkutan bisa diberi sanksi atau hukuman.
“Kalau memang itu sudah melakukan tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada di kantor bisa kita beri hukuman,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Senin (21/07/2025) pagi, sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang tergabung dalam Forum Pegawai DPPPA Kalbar menggelar aksi damai di halaman kantor DPPPA Kalbar. Mereka menyuarakan mosi tak percaya dan mendesak Herkulana mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas.
Aksi yang berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB itu ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan “Aksi damai mosi tak percaya tuntut kadis mundur” di depan pintu masuk dan jendela kantor.
Usai aksi berlangsung, perwakilan forum yang dipimpin oleh Deri, serta Herkulana selaku Kepala DPPPA, dipanggil menghadap Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, untuk proses mediasi dan klarifikasi lebih lanjut. (Lid)