Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Wabup Ketapang Hadiri Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di Pontianak
Home > Berita > Politik > Wabup Ketapang Hadiri Pelepasan Ekspedis...
Ketapang

Wabup Ketapang Hadiri Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di Pontianak

adminkalbaronline
adminkalbaronline
Wednesday, 27 August 2025 - 14:08 WIB
Wabup Ketapang Hadiri Pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di Pontianak
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir menghadiri acara pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2025 yang digelar Bank Indonesia bekerja sama dengan Markas Besar Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI AL).

Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII Pontianak, pada Selasa (26/08/2025).

Program ERB merupakan salah satu misi Bank Indonesia dalam memastikan ketersediaan uang Rupiah di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.

“Ekspedisi ini bukan hanya sekadar pendistribusian uang, tetapi juga simbol hadirnya negara untuk memastikan masyarakat di wilayah 3T mendapatkan layanan keuangan yang layak,” ujar Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia dalam sambutannya.

Acara pelepasan ditandai dengan sejumlah rangkaian kegiatan resmi, mulai dari pembukaan, doa bersama, sambutan dari Komandan Kodaeral XII serta perwakilan Gubernur Kalimantan Barat. Selain itu, juga dilakukan penyerahan cenderamata, pemasangan rompi tim ERB, serta kunjungan ke Kapal Republik Indonesia (KRI) Kujang yang akan membawa logistik Rupiah ke wilayah sasaran.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di Kalimantan Barat akan berlangsung pada 26 Agustus hingga 1 September 2025, dengan cakupan wilayah Pulau Karimata, Pulau Cempedak, Pulau Maya, Pulau Pelapis, dan Pulau Padang Tikar.

Wakil Bupati Ketapang menyatakan dukungan penuh atas kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kedaulatan Rupiah.

"Ini penting untuk memperkuat stabilitas keuangan, khususnya di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar,” ucap Jamhuri Amir. (Adi LC)

Tag