KALBARONLINE.com - Seorang pemuda berinisial A diamankan polisi usai keciduk membawa bom molotov dan ban saat mendatangi halaman Mapolda Kalbar untuk bergabung unjuk rasa bersama Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat dan Masyarakat Kalbar, Jumat (29/08/2025).
Namun diduga, remaja tersebut bukanlah peserta aksi demo, melainkan penyusup yang hendak memancing kericuhan.
Saat diselidiki petugas, tas pemuda yang mengaku bekerja sebagai pencuci mobil itu ditemukan empat buah bom molotov. Selain itu, kepolisian juga menemukan ban bekas yang diduga hendak dibakar.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono membenarkan adanya penangkapan tersebut. Ia menegaskan, aksi unjuk rasa pada dasarnya berjalan lancar dan kondusif, namun pihak kepolisian melakukan razia untuk memastikan keamanan.
“Dari hasil razia di depan Mapolda, kita mengamankan 2 sampai 3 orang. Salah satunya seorang pemuda yang kedapatan membawa bom molotov. Diduga mereka adalah penyusup yang ingin membuat keributan di tengah aksi, bukan dari aliansi mahasiswa,” ujar Suyono.
Suyono menambahkan, pihak kepolisian telah menerima aspirasi mahasiswa dan masyarakat secara terbuka. Sementara terhadap pemuda yang diamankan, kini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalbar.
“Semua sudah kita tangani, pemeriksaan berjalan. Kami pastikan aksi tetap berjalan aman dan aspirasi masyarakat tersampaikan,” tegasnya. (Lid)