Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Kasus Campak di Kalbar Meningkat, Gubernur Ria Norsan Imbau Orang Tua Segera Imunisasikan Anak
Home > Berita > Politik > Kasus Campak di Kalbar Meningkat, Gubern...
Pontianak

Kasus Campak di Kalbar Meningkat, Gubernur Ria Norsan Imbau Orang Tua Segera Imunisasikan Anak

adminkalbaronline
adminkalbaronline
Tuesday, 02 September 2025 - 20:07 WIB
Kasus Campak di Kalbar Meningkat, Gubernur Ria Norsan Imbau Orang Tua Segera Imunisasikan Anak
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Kasus campak di Kalimantan Barat tengah meningkat tajam. Saah satu daerah yang mengalami lonjakan yakni Kabupaten Mempawah.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) mencatat, sejak Januari hingga Agustus 2025 terdapat 87 suspect campak, dengan 44 kasus terkonfirmasi positif. Jumlah tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan sepanjang 2024 yang hanya mencatat 24 kasus positif.

Sementara itu, di RSUD dr. Soedarso Pontianak pada bulan Agustus 2025 tercatat ada 37 anak harus dirawat karena terinfeksi campak.

Menanggapi fenomena ini, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengimbau para orang tua untuk segera membawa anak-anak mereka menjalani imunisasi.

“Kita mengimbau untuk bapak-ibu yang punya anak, terutama anak yang bayi, kalau umurnya sudah cukup untuk suntik campak, silahkan untuk dibawa ke tempat terdekat, puskesmas, ataupun rumah sakit,” ujarnya.

Direktur RSUD dr. Soedarso, Harry Agung menegaskan, bahwa campak merupakan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi.

Menurutnya, imunisasi MR atau MMR dapat diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, serta usia 5 - 7 tahun.

“Penyakit ini bisa dicegah dan dikurangi tingkat keparahannya dengan imunisasi. Sayangnya, beberapa tahun terakhir cakupan imunisasi memang cenderung menurun,” ungkapnya.

Harry menambahkan, upaya preventif harus diperkuat, khususnya melalui kegiatan posyandu di tingkat layanan pertama. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menggerakkan kesadaran masyarakat.

“Saya kira perlu upaya bersama bukan hanya dari tenaga kesehatan juga tenaga posyandu tapi juga semua lapisan masyarakat untuk sama-sama terus menggerakkan imbuan promosi tentang imunisasi. Karena banyak penyakit-penyakit yang memang bisa dicegah dan dikurangi tingkat keparahannya dengan imunisasi,” tukasnya. (Lid)

Tag