Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Dinas PUPR Kayong Utara Fokus Pelihara Jalan Rusak
Home > Berita > Politik > Dinas PUPR Kayong Utara Fokus Pelihara J...
Kayong Utara

Dinas PUPR Kayong Utara Fokus Pelihara Jalan Rusak

adminkalbaronline
adminkalbaronline
Tuesday, 07 October 2025 - 21:51 WIB
Dinas PUPR Kayong Utara Fokus Pelihara Jalan Rusak
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara terus berupaya memastikan infrastruktur jalan tetap fungsional.

Meski belum bisa melakukan pembangunan baru secara besar-besaran, sejumlah ruas jalan penting tetap dikerjakan melalui program swakelola yang bersumber dari APBD.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kayong Utara, Suhada mengatakan, bahwa hingga saat ini terdapat tiga ruas jalan yang telah selesai dikerjakan dan telah berfungsi dengan baik.

“Untuk tahun ini, Jalan Manunggal sudah tuntas. Jalan Lingkar Tanjung Belimbing - Payak Itam sudah bisa dilalui dengan perkerasan telpot lapen, sementara Jalan Teluk Batang - Seponti segmen Masbangun juga sudah fungsional dengan lapisan LPA,” ungkap Suhada, Selasa (07/10/2025).

Selain tiga ruas tersebut, kata Suhada, saat ini pihaknya juga masih memproses pekerjaan di dua lokasi lainnya, yakni Jalan Kamboja di Desa Satai Lestari dan Jalan Sepakat. Kedua ruas itu menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal.

“Progresnya sedang berjalan di lapangan. Kami berharap cuaca bersahabat agar pengerjaan bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Namun, Suhada menegaskan, kondisi keuangan daerah yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. “Dengan adanya efisiensi anggaran, kami tidak mungkin melakukan pembangunan atau peningkatan jalan baru. Jadi, fokus kami saat ini adalah pemeliharaan dan rehabilitasi, bukan pembangunan besar,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan efisiensi ini merupakan langkah realistis untuk mempertahankan konektivitas antar wilayah di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Yang penting fungsinya tetap berjalan. Kami berusaha menjaga agar jalan yang sudah ada tetap bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Suhada.

Lebih lanjut, ia menekankan, bahwa upaya pemeliharaan ini juga menyentuh aspek pemerataan pembangunan.

“Infrastruktur jalan adalah urat nadi ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan perbatasan. Jadi meskipun dengan anggaran terbatas, kami akan tetap bekerja semaksimal mungkin,” tuturnya. (Sans)

Tag