KALBARONLINE.com – Workshop Branding Subsektor Fashion Kalimantan Barat yang diikuti sekitar 200 peserta pemuda menjadi momentum penting untuk mendorong generasi muda lebih terlibat dalam promosi fesyen berbasis budaya daerah. Kegiatan ini menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, dan kemampuan branding agar fesyen lokal Kalbar bisa bersaing di tingkat nasional bahkan global.
Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan bahwa workshop ini dirancang untuk membantu para pemuda memahami nilai wastra lokal sekaligus memanfaatkan media digital sebagai ruang promosi yang efektif.
“Kami ingin para pemuda mampu melihat wastra daerah bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai peluang ekonomi yang bisa dikembangkan melalui inovasi dan branding yang kuat,” ujarnya.
Windy menilai bahwa penguatan branding subsektor fashion Kalbar tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi antara pemuda dan para penenun menjadi kunci untuk menghasilkan produk yang lebih inovatif, menarik, dan relevan dengan selera pasar saat ini—terutama bagi konsumen muda yang lebih responsif terhadap identitas visual.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan jangkauan promosi fesyen berbasis budaya Kalbar dapat semakin luas. Identitas budaya Melayu, Dayak, hingga pesisir Kalimantan Barat pun berpeluang lebih dikenal melalui sentuhan kreatif pemuda.
Workshop ini sekaligus menegaskan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam menjaga, mengembangkan, dan memasarkan fesyen daerah di era ekonomi kreatif. Dengan pemanfaatan digital marketing, storytelling budaya, hingga strategi visual yang kuat, fesyen lokal diyakini bisa tampil lebih kompetitif dan tidak kalah dengan brand nasional maupun global. (Red)