Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Ria Norsan Sebut IPM Kalbar Tembus 72,09 Persen, Naik dari Tahun Sebelumnya
Home > Berita > Politik > Ria Norsan Sebut IPM Kalbar Tembus 72,09...
Pontianak

Ria Norsan Sebut IPM Kalbar Tembus 72,09 Persen, Naik dari Tahun Sebelumnya

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Thursday, 20 November 2025 - 12:00 WIB
Ria Norsan Sebut IPM Kalbar Tembus 72,09 Persen, Naik dari Tahun Sebelumnya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar tidak bisa disebut rendah, meskipun berada di posisi kelima atau paling rendah dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan. Menurutnya, jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi di Indonesia secara umum, capaian IPM Kalbar justru termasuk kategori tinggi.

Norsan menjelaskan bahwa tahun ini IPM Kalbar kembali menunjukkan tren positif. Angkanya naik menjadi 72,09 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yakni 72,01 persen, dan semakin mendekati rata-rata nasional yang berada di kisaran 75,09 persen.

“Sebenarnya IPM kita itu tidak rendah ya. Nilainya 72,09 persen. Cuma dari Kalimantan, kita yang terendah. Tapi kalau dengan provinsi lain, kita masuk tinggi juga ya,” ujarnya usai melantik Dewan Pendidikan Provinsi Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar, Kamis (20/11/25).

Ia menambahkan bahwa selisih IPM Kalbar dengan rata-rata nasional juga tidak terlalu besar. Menurutnya, jarak tiga poin tersebut masih sangat mungkin dikejar.

“Kita dengan nasional kalah sedikit saja. Nasional kan 75,09 persen. Kita 72,09 persen. Jadi, tiga poin kalahnya. Nah, mudah-mudahan kita bisa meningkatkan,” tuturnya.

Norsan memaparkan bahwa salah satu faktor yang membuat IPM Kalbar belum mampu menyamai angka rata-rata nasional adalah masih tingginya jumlah penduduk yang belum menamatkan pendidikan menengah. Ia menyebut 25 persen masyarakat Kalbar belum mengenyam pendidikan setingkat SMA.

Untuk menutup gap tersebut, Pemprov Kalbar akan memperluas akses pendidikan melalui peningkatan program vokasi dan Paket C, sehingga masyarakat yang putus sekolah tetap bisa memperoleh ijazah setara SD, SMP, hingga SMA.

“Salah satu tadi indikatornya kan saya sampaikan. Bahwa penduduk masyarakat Kalimantan Barat itu masih 25 persen yang belum mengecap Taman SMA. Nah, ini kita akan perbanyak vokasi Paket C tadi,” pungkasnya. (Lid)

Tag