Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Edi Kamtono Ikuti Panen Cabai Serentak TPID Kuponwah: Upaya Bersama Kendalikan Inflasi
Home > Berita > Politik > Edi Kamtono Ikuti Panen Cabai Serentak T...
Pontianak

Edi Kamtono Ikuti Panen Cabai Serentak TPID Kuponwah: Upaya Bersama Kendalikan Inflasi

adminkalbaronline
adminkalbaronline
Wednesday, 26 November 2025 - 11:24 WIB
Edi Kamtono Ikuti Panen Cabai Serentak TPID Kuponwah: Upaya Bersama Kendalikan Inflasi
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengikuti panen cabai di kebun milik Pondok Pesantren Al Murabbi, di Jalan Nipah Kuning Dalam, Kelurahan Pallima Kecamatan Pontianak Dalam, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari panen cabai serentak yang digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tiga wilayah, Kubu Raya-Pontianak-Mempawah (Kuponwah).

Wali Kota Edi mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya menjaga ketersediaan komoditas pangan dan sekaligus menekan laju inflasi daerah.

“Kegiatan panen dilakukan di atas lahan sekitar satu hektare, bagian dari total 8 - 9 hektare tanaman cabai yang tersebar di Kota Pontianak,” tuturnya.

Ia menilai, bahwa program Kuponwah berperan penting dalam memperkuat ketahanan pasokan pertanian dan menjadi salah satu instrumen pengendalian harga. Edi menegaskan, kalau Kota Pontianak sendiri berhasil mencatat inflasi pada angka 1,58 persen hingga Oktober, yang merupakan capaian terendah di Kalimantan Barat.

“Harga cabai di Pasar Flamboyan saat ini berada di kisaran Rp 54 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram, padahal dua hari lalu masih sekitar Rp 20 ribu. Artinya, suplai menjadi faktor kunci. Karena itu, panen dan produksi cabai dari kabupaten maupun kota dapat membantu menjaga stabilitas harga di Pontianak,” ujar Edi.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Forum TPID Kota Pontianak, kepala BPS, jajaran organisasi perangkat daerah, camat, serta unsur PKK. Melalui forum ini, Pemkot Pontianak menekankan perlunya kolaborasi dengan daerah sekitar seperti Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah yang memiliki keterhubungan pasar dan distribusi pangan.

Menurut Edi, batas wilayah administratif bukan menjadi penghalang kolaborasi dalam mengendalikan inflasi, terutama karena mobilitas masyarakat dan arus distribusi komoditas pangan saling terhubung. Ia berharap, gerakan panen cabai ini menjadi inspirasi sekaligus dapat dikembangkan ke komoditas pertanian lain seperti sayuran dan produk unggulan daerah.

Melalui panen cabai bersama TPID ini, Pemkot Pontianak pun optimistis, bahwa pasokan dan distribusi pangan regional dapat terjaga, sehingga stabilitas harga tetap terkendali serta kesejahteraan petani dapat terus meningkat.

“Kita harus saling menunjang. Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah memiliki hubungan pasar yang kuat. Kerja sama ini penting untuk menjaga inflasi dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Muchammad Yamin menambahkan, Kota Pontianak telah menyediakan total 9 hektare lahan khusus menanam cabai.

“Kita ingin selain dari lahan juga mendorong dari pekarangan rumah tangga warga. Jika bisa digulirkan terus, ada ikan di kolam misalnya dan lain-lain," ucapnya.

Tahun depan komoditas utama menjadi perhatian Pemkot Pontianak untuk diproduksi sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo.

“Mudah-mudahan bisa menjangkau lingkup warga dan meningkatkan perekonomian,” tuturnya. (Jau)

Tag