KALBARONLINE.com – Transformasi digital yang diusung Kementerian ATR/BPN ternyata bukan sekadar soal kecepatan, melainkan juga tentang memberikan rasa aman bagi pemilik lahan. Bagi warga lanjut usia, migrasi dari dokumen fisik ke elektronik menjadi babak baru dalam perlindungan aset mereka.
Ratna Tobing (74 tahun), salah satu warga yang memanfaatkan layanan di Jakarta Barat, mengungkapkan kelegaannya setelah mengubah lima sertipikat tanah miliknya menjadi bentuk elektronik.
"Dulu sertipikatnya masih berupa berkas fisik, sekarang sudah elektronik, jadi lebih aman. Aman sekali karena selain ada fisik, sekarang ada versi elektroniknya," kata Ratna dengan nada puas.
Keamanan berlapis ini menjadi poin krusial di tengah risiko kerusakan atau hilangnya dokumen fisik. Senada dengan Ratna, Yumiwati (50 tahun) juga merasakan kemudahan serupa. Baginya, memiliki sertipikat elektronik yang tersimpan di aplikasi Sentuh Tanahku memberikan fleksibilitas akses di mana saja dan kapan saja.
Langkah digitalisasi ini terbukti mampu mengubah stigma layanan pertanahan yang dulu dianggap rumit dan lambat menjadi lebih transparan dan memberikan ketenangan batin bagi masyarakat. (Jau/*)
Cerita Warga Jakarta Barat: Sertifikat Elektronik Bikin Tidur Lebih Nyenyak
BERITA TERKINI
Sintang
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23 October 2026
Nasional
ATR/BPN Tangani Ribuan Kasus Pertanahan, Potensi Kerugian Negara Rp23,3 Triliun Berhasil Dicegah
Thursday, 22 October 2026
Bengkayang
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22 October 2026
Nasional
Ermin Elviani Terima SK Ketua Demokrat Kalbar 2026–2031, Siapkan Konsolidasi Lima Tahun
Thursday, 22 October 2026
Pontianak
Pontianak Raih TPAKD Award 2026, Edi Kamtono Dorong Akses Keuangan Lebih Luas
Thursday, 22 October 2026