KALBARONLINE.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Kota Pontianak meningkatkan pengawasan makanan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala BBPOM Pontianak, Hariani mengatakan pengawasan sebenarnya dilakukan sepanjang tahun, mulai Januari hingga Desember. Namun pada momen tertentu seperti Ramadan, Idulfitri, hingga Natal dan Tahun Baru, pengawasan dilakukan lebih intensif.
“Jangan sampai masyarakat mengira kami turun ke lapangan hanya saat Ramadan saja. Pengawasan itu rutin sepanjang tahun. Tapi kalau hari besar memang intensitasnya ditingkatkan,” ujarnya, Kamis (26/02/2026).
Menurutnya, selama Ramadan permintaan pangan meningkat signifikan, terutama makanan siap saji atau takjil, pangan olahan kemasan, hingga kosmetik. Karena itu pengawasan difokuskan mulai dari distributor hingga tingkat pasar.
BBPOM Pontianak bekerja sama dengan pemerintah daerah serta dinas kesehatan dalam melakukan pengawasan di berbagai titik penjualan, termasuk pasar tradisional dan pusat takjil.
Untuk takjil, petugas melakukan uji cepat langsung di lapangan. Sampel makanan dibeli seperti konsumen biasa, kemudian diuji di mobil laboratorium untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya.
“Kami cek apakah ada boraks, formalin, atau pewarna tekstil yang tidak boleh digunakan untuk makanan,” jelas Hariani.
Meski demikian, berdasarkan pengalaman pengawasan tahun sebelumnya, penggunaan bahan berbahaya di Kalimantan Barat sudah jauh berkurang. Pedagang dinilai semakin sadar pentingnya keamanan pangan.
“Pedagang sekarang sudah lebih peduli. Penggunaan bahan berbahaya hampir tidak ditemukan, tapi tetap kami kawal,” katanya.
Pengawasan takjil dilakukan hampir setiap hari, namun lokasi pemeriksaan tidak selalu sama. Selain di Pontianak, pengawasan juga menyasar kabupaten lain yang berada dalam wilayah kerja BBPOM Pontianak.
Selain kandungan bahan berbahaya, petugas juga memperhatikan aspek kebersihan dan sanitasi makanan. Takjil yang tidak higienis berpotensi mengandung mikroba patogen yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan.
Sementara itu, untuk pangan olahan kemasan yang dijual di supermarket, minimarket maupun pasar tradisional, BBPOM mengimbau masyarakat menerapkan prinsip “Cek KLIK”.
“Cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa,” tegasnya.
BBPOM juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur diskon besar menjelang Lebaran tanpa memperhatikan kondisi produk.
“Silakan beli yang diskon, tapi dicek satu per satu. Jangan karena murah lalu beli banyak, sementara masa kedaluwarsanya sudah dekat,” katanya.
Dalam waktu dekat, BBPOM Pontianak juga akan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah lokasi penjualan takjil yang ramai pengunjung, seperti kawasan Masjid Raya dan Serdam.
Petugas mengimbau masyarakat memilih makanan yang tertutup untuk menghindari debu atau kontaminasi serta tidak membeli makanan dengan warna terlalu mencolok.
“Intinya masyarakat harus bijak memilih dan mengonsumsi makanan selama Ramadan agar tetap sehat,” pungkasnya. (Lid)
BPPOM Pontianak Intensif Awasi Takjil Selama Ramadan, Warga Diminta Lebih Teliti Saat Belanja
BERITA TERKINI
Sintang
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23 October 2026
Nasional
ATR/BPN Tangani Ribuan Kasus Pertanahan, Potensi Kerugian Negara Rp23,3 Triliun Berhasil Dicegah
Thursday, 22 October 2026
Bengkayang
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22 October 2026
Nasional
Ermin Elviani Terima SK Ketua Demokrat Kalbar 2026–2031, Siapkan Konsolidasi Lima Tahun
Thursday, 22 October 2026
Pontianak
Pontianak Raih TPAKD Award 2026, Edi Kamtono Dorong Akses Keuangan Lebih Luas
Thursday, 22 October 2026