KALBARONLINE.com - Kepolisian Daerah Kalimantan Barat resmi menggelar Operasi Ketupat Kapuas 2026 sebagai bagian dari operasi terpusat pengamanan Hari Raya Idulfitri. Operasi ini ditandai dengan gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak, Kamis 12 Maret 2026.
Kapolda Kalbar, Pipit Rismanto,L mengatakan, operasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat selama rangkaian ibadah dan perayaan Lebaran.
“Mulai hari ini kita resmi menyelenggarakan operasi dalam rangka memberikan pelayanan terhadap ibadah perayaan Lebaran. Jadi bukan hanya sekadar pengamanan, tetapi pelayanan kepada seluruh kegiatan masyarakat sejak akhir Ramadan hingga arus balik nanti,” ujar Pipit usai memimpin apel operasi Apel Kapuas 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah titik konsentrasi menjadi perhatian aparat selama operasi berlangsung. Di antaranya pusat perbelanjaan, tempat keramaian, jalur lalu lintas, serta lokasi ibadah yang diperkirakan dipadati masyarakat.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada jalur mudik dan arus balik, termasuk di bandara dan pelabuhan.
Menurut Pipit, pengamanan di wilayah udara dan laut akan melibatkan unsur TNI dan instansi terkait. Personel Polair bersama TNI AL disiagakan di pelabuhan, sementara pengamanan darat melibatkan personel Polri dan TNI AD di berbagai titik strategis. Sedangkan untukndi bandara pengamanan yang dilakukan kepolisian bersama dengan TNI AU.
“Pengamanan ini kita lakukan bersama stakeholder lainnya, mulai dari pemerintah daerah, satpol PP, Jasa Raharja, Basarnas, hingga unsur terkait lainnya,” jelasnya.
Kapolda menyebutkan, total personel yang dikerahkan dalam Operasi Ketupat Kapuas 2026 mencapai lebih dari dua ribu orang. Sebanyak 705 personel berasal dari Polri, sedangkan 1.544 lainnya merupakan gabungan dari TNI dan berbagai instansi pendukung.
"Total 2000 lebih personel gabungan TNI/Polri serta stakeholder terkait melakukan pengamanan selamat hari raya Idulfitri," jelas Pipit lagi.
Selain pengamanan arus mudik, aparat juga memberi perhatian khusus pada lokasi wisata yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran, seperti kawasan pantai dan tempat rekreasi lainnya.
Di lokasi tersebut, kepolisian akan menyiapkan pos pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kejadian yang tidak diinginkan.
“Yang paling penting adalah masyarakat tetap waspada dan saling menjaga keamanan. Kalau beraktivitas di tempat wisata, terutama di laut, perhatikan juga kondisi cuaca agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” imbau Pipit.
Ia juga mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi berdasarkan informasi prakiraan cuaca. Meski Kalimantan Barat tidak menjadi wilayah prioritas, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi banjir maupun cuaca ekstrem selama periode libur lebaran. (Lid)
Polda Kalbar Kerahkan Lebih dari 2000 Personel Gabungan Amankan Idulfitri
Operasi Ketupat Kapuas 2026
BERITA TERKINI
Sintang
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23 October 2026
Nasional
ATR/BPN Tangani Ribuan Kasus Pertanahan, Potensi Kerugian Negara Rp23,3 Triliun Berhasil Dicegah
Thursday, 22 October 2026
Bengkayang
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22 October 2026
Nasional
Ermin Elviani Terima SK Ketua Demokrat Kalbar 2026–2031, Siapkan Konsolidasi Lima Tahun
Thursday, 22 October 2026
Pontianak
Pontianak Raih TPAKD Award 2026, Edi Kamtono Dorong Akses Keuangan Lebih Luas
Thursday, 22 October 2026