KALBARONLINE.com – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin menyatakan, belum menyetujui rencana pembangunan Jembatan Garuda. Ia menegaskan proyek tersebut tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa tanpa kajian yang matang.
“Yang jelas saya sebagai Ketua DPRD Kota Pontianak belum setuju terkait pembangunan Jembatan Garuda ini. Itu kan sistem berbayar nanti. Harus ada kajian yang matang, tidak bisa asal ujuk-ujuk untuk mengurai kemacetan,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).
Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda harus benar-benar mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pontianak.
“Apa sih manfaatnya Jembatan Garuda ini untuk warga kota Pontianak,” tanyanya.
Ia menegaskan bahwa penanganan kemacetan tidak hanya bergantung pada satu proyek. Pemerintah kota, kata dia, juga perlu mendorong pembangunan jalan lingkar dalam (inner ring road) sebagai solusi alternatif.
“Kalau untuk mengurai kemacetan, kita juga minta pembangunan Inner ring road di Kota Pontianak,” tambahnya.
Satarudin menekankan bahwa dirinya bukan menolak sepenuhnya proyek tersebut, namun meminta agar dilakukan kajian ulang secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
“Jadi bukan tidak setuju, tapi perlu kajian ulang yang mendalam. Harus melibatkan semua stakeholder di Kota Pontianak. Apa manfaatnya Jembatan Garuda ini bagi warga?” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa proyek tersebut tidak bisa berjalan tanpa persetujuan pemerintah pusat, meskipun ada keterlibatan investor.
“Itu kan butuh persetujuan pusat. Tidak bisa asal. Walaupun ada investor, tetap harus melalui pusat. Nanti pusat akan turun ke lapangan untuk mengecek,” jelasnya.
Satarudin juga menyoroti potensi dampak pembangunan jembatan itu terhadap sejumlah titik strategis, termasuk kawasan yang berada di bawah kewenangan militer serta akses penyeberangan di wilayah Siantan.
“Nah itu kan melalui Korem. Otomatis akan terdampak kalau Jembatan Garuda dibangun. Penyeberangan arah Siantan juga bisa kena,” katanya.
Ia kembali menegaskan, bahwa keputusan pembangunan harus didasarkan pada kajian yang rasional, bukan sekadar dorongan emosional.
“Yang jelas kita butuh kajian yang matang, bukan emosional, untuk Jembatan Garuda,” pungkasnya. (Jau)
Wacana Jembatan Garuda, Ketua DPRD Pontianak Minta Pemkot Kaji Ulang, Soroti Manfaatnya untuk Warga
Satarudin.
BERITA TERKINI
Sintang
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23 October 2026
Nasional
ATR/BPN Tangani Ribuan Kasus Pertanahan, Potensi Kerugian Negara Rp23,3 Triliun Berhasil Dicegah
Thursday, 22 October 2026
Bengkayang
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22 October 2026
Nasional
Ermin Elviani Terima SK Ketua Demokrat Kalbar 2026–2031, Siapkan Konsolidasi Lima Tahun
Thursday, 22 October 2026
Pontianak
Pontianak Raih TPAKD Award 2026, Edi Kamtono Dorong Akses Keuangan Lebih Luas
Thursday, 22 October 2026