KALBARONLINE.com - Bermula dari niatnya sebagai sedekah amal jariah untuk mendiang suami, Sarah (39 tahun) warga Pontianak, menyulap pekarangan rumahnya menjadi usaha bisnis bibit sayur dan buah organik.
Usaha yang diberi nama "Kebun Ala-ala" itu berlokasi di Jalan M. Sohor, Gang Sederhana, Kelurahan Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan.
Di balik usaha kecil ini, ada cerita yang cukup menyentuh. Sarah mengaku, bisnis ini berawal dari niat pribadi untuk bersedekah jariah atas nama sang suami yang telah meninggal dunia pada tahun 2024 lalu.
“Awalnya saya ingin ada amal jariah untuk suami. Jadi saya berharap dari hasil usaha ini, sebagian bisa disedekahkan untuk beliau,” ujarnya.
Ia mulai merintis usahanya pada Desember 2025, meski tanpa latar belakang di bidang pertanian. Bahkan, Sarah menyebut dirinya belajar secara otodidak melalui media sosial hingga bantuan teknologi seperti ChatGPT.
“Basic saya bukan pertanian, saya belajar dari nol. Dari internet, TikTok, sampai ChatGPT juga,” katanya.
Berbagai jenis bibit dijual oleh Sarah, ada tomat dengan beragam varietas, cabai rawit, terong berbagai jenis, okra, bayam merah, hingga kale. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 50.000 per bibit, tergantung jenis dan ukuran.
Dari sekian banyak pilihan, bibit cabai rawit, tomat, dan terong menjadi yang paling laris di pasaran.
Dalam sebulan, Sarah mengaku mampu meraup omzet sekitar Rp 3 juta. Bibit yang terjual pun sudah mencapai lebih dari seribu sejak awal usaha berjalan.
Meski begitu, perjalanan usahanya tidak selalu mulus. Faktor cuaca menjadi tantangan utama. Hujan deras bisa merusak bibit, sementara panas ekstrem membuat tanaman cepat kering dan mati.
“Kalau hujan deras, bibit bisa patah atau akarnya busuk. Kalau panas terik, daunnya bisa kering,” jelasnya.
Selain itu, beberapa tanaman seperti cabai juga rentan terhadap hama, sehingga membutuhkan perhatian ekstra dalam perawatan.
Untuk pemasaran, Sarah mengandalkan media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan Threads dengan nama “Kebun Ala-ala”. Pembelinya pun beragam, mulai dari ibu rumah tangga hingga aparat.
Ke depan, Sarah berharap usahanya bisa berkembang, bahkan hingga menjual hasil panen sayur dan buah, jika lahan yang dimiliki bisa diperluas. Sebagian keuntungan dari usaha ini pun rencananya akan disalurkan untuk kegiatan sosial, seperti membantu panti asuhan, anak yatim, hingga pembangunan masjid. (Lid)
Kisah Sarah Jual Bibit Sayur dan Buah di "Kebun Ala-ala", Niatkan Sedekah Jariah untuk Suami
BERITA TERKINI
Sintang
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23 October 2026
Nasional
ATR/BPN Tangani Ribuan Kasus Pertanahan, Potensi Kerugian Negara Rp23,3 Triliun Berhasil Dicegah
Thursday, 22 October 2026
Bengkayang
Tahu Wahyudin di Bengkayang Berkembang 25 Kali Lipat Berkat Pembinaan dari Bank Kalbar
Thursday, 22 October 2026
Nasional
Ermin Elviani Terima SK Ketua Demokrat Kalbar 2026–2031, Siapkan Konsolidasi Lima Tahun
Thursday, 22 October 2026
Pontianak
Pontianak Raih TPAKD Award 2026, Edi Kamtono Dorong Akses Keuangan Lebih Luas
Thursday, 22 October 2026