Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
DJPb Kalbar: Transfer ke Daerah Sudah Capai Rp 800 Miliar pada Triwulan I 2026
Home > Berita > Politik > DJPb Kalbar: Transfer ke Daerah Sudah Ca...
Pontianak

DJPb Kalbar: Transfer ke Daerah Sudah Capai Rp 800 Miliar pada Triwulan I 2026

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Monday, 11 May 2026 - 18:29 WIB
DJPb Kalbar: Transfer ke Daerah Sudah Capai Rp 800 Miliar pada Triwulan I 2026
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Barat mencatat penyaluran transfer ke daerah (TKD) di Kalbar hingga triwulan I 2026 telah mencapai sekitar Rp 800 miliar.

Kepala Kanwil DJPb Kalbar, Rahmat Mulyono mengatakan, bahwa Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan penyaluran TKD tertinggi di luar Pemerintah Provinsi Kalbar.

“Untuk kinerja penyaluran transfer ke daerah, yang paling tinggi saat ini adalah Kabupaten Ketapang,” kata Rahmat, Senin (11/05/2026).

Rahmat menjelaskan, Kabupaten Ketapang, dana desa telah tersalurkan sebesar Rp 314 miliar. Selain itu, Dana Bagi Hasil (DBH) telah disalurkan sebesar Rp 8,77 miliar, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik mencapai Rp 52 miliar.

Selain Ketapang, Kabupaten Sambas juga mencatat penyaluran TKD yang cukup besar. Dana desa di daerah tersebut telah tersalurkan sebesar Rp 34,38 miliar. Kemudian, Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) mencapai Rp 54 miliar, serta Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas sebesar Rp 6,51 miliar.

“Secara total, penyaluran transfer ke daerah untuk Pemerintah Provinsi Kalbar dan 14 kabupaten/kota sudah mencapai sekitar Rp 800 miliar,” ujarnya.

Dari sisi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Kabupaten Ketapang juga menjadi daerah dengan realisasi tertinggi hingga triwulan I 2026.

Realisasi pendapatan Kabupaten Ketapang tercatat sebesar Rp421 miliar, sementara realisasi belanjanya mencapai Rp337 miliar.

Adapun dari sisi surplus APBD, Kabupaten Kubu Raya menjadi yang tertinggi dengan surplus mencapai sekitar Rp 172 miliar.

Rahmat juga memaparkan, bahwa inflasi tahunan (year on year/yoy) Kalimantan Barat pada Maret 2026 tercatat sebesar 2,89 persen.

Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, beras, dan telur ayam.

Menurutnya, kondisi ini sejalan dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik dan mencerminkan aktivitas konsumsi masyarakat yang tetap kuat.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan I 2026 mencapai 6,14 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kalbar menjadi yang tertinggi di regional Kalimantan dan juga lebih tinggi dari rata-rata nasional,” tutup Rahmat. (Lid)

Tag