Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Ketapang Dukung Pelestarian Budaya Melayu
Home > Berita > Politik > Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026...
Ketapang

Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Ketapang Dukung Pelestarian Budaya Melayu

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Monday, 25 May 2026 - 17:40 WIB
Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Ketapang Dukung Pelestarian Budaya Melayu
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar

​KALBARONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah melalui pembukaan Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 yang digelar di Keraton Matan Tanjungpura, Jumat malam (21/05/2026).

​Kegiatan budaya yang diselenggarakan Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto mewakili Bupati Ketapang.

​Festival berlangsung meriah dan dihadiri unsur forkopimda, tokoh adat, budayawan, kepala OPD, pelajar, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat umum.

​Dalam sambutan tertulis Bupati Ketapang yang dibacakan Sekda, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival tersebut.

​“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ketapang, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, komunitas seni budaya, para seniman, budayawan, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini,” ujar Repalianto.

​Festival tahun ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana.

​Selain menjadi ajang pelestarian budaya Melayu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan upaya pemecahan Rekor MURI melalui pembentangan Syair Gulung sepanjang kurang lebih 150 hingga 160 meter.

​Sekda menilai Syair Gulung memiliki makna penting sebagai warisan budaya Melayu yang sarat nilai moral, pendidikan karakter, serta pesan kehidupan bermasyarakat.

​“Di dalam setiap bait syair tersimpan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur sebagai pedoman hidup bermasyarakat,” katanya.

​Menurutnya, derasnya arus modernisasi menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga eksistensi budaya lokal. Karena itu, festival budaya dinilai penting sebagai sarana edukasi dan pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.

​“Anak-anak muda harus menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal agar tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya,” lanjutnya.

​Tak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, festival tersebut juga dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung promosi pariwisata daerah.

​Kekayaan seni dan budaya Kabupaten Ketapang disebut mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas daerah.

​“Budaya yang kuat akan menjadikan daerah kita memiliki identitas yang kokoh dan berdaya saing,” ucapnya.

​Sementara itu, Ketua Panitia Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya menjaga tradisi Syair Gulung agar tetap diwariskan kepada generasi muda.

​Berbagai agenda budaya turut memeriahkan festival, mulai dari lomba mewarnai tingkat PAUD dan SD, lomba kasidah, sayembara memanah hingga permainan tradisional gasing.

​“Festival ini bukan hanya milik Perkumpulan Lawang Kekayun ataupun Keraton Matan Tanjungpura, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

​Ketua Harian Perkumpulan Lawang Kekayun Negeri Matan Tanjungpura menambahkan, para pelajar dari tingkat SD hingga SMA turut dilibatkan secara langsung sebagai pembaca sekaligus pengarang syair.

​“Kami ingin budaya ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya.

​Ia juga menyebutkan, setelah proses pemecahan Rekor MURI selesai, naskah Syair Gulung akan ditempatkan di lingkungan Keraton Matan Tanjungpura sebagai bagian dari dokumentasi budaya dan kebanggaan masyarakat Ketapang.

​Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dan terbuka untuk masyarakat umum dengan beragam agenda seni dan budaya. (Adi LC)

Tag