KALBARONLINE.com – Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi menghadiri rapat koordinasi persiapan Festival Lestari ke-6 yang digelar di Ruang Rapat Arwan, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Senin (29/6/2026).
Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, serta dihadiri perwakilan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan pemerintah kabupaten penyelenggara.
Dalam rapat tersebut, Sukardi memaparkan kesiapan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai salah satu tuan rumah Festival Lestari ke-6. Ia juga memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah yang akan ditampilkan pada ajang tersebut.
Paparan itu meliputi komitmen Kapuas Hulu sebagai kabupaten konservasi, kekayaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati, kawasan Heart of Borneo, Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, hingga pengembangan ekowisata, produk unggulan daerah, serta kearifan lokal yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan.
"Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), serta Pemerintah Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu dalam menyukseskan penyelenggaraan Festival Lestari ke-6 yang akan berlangsung pada 9–12 September 2026," ujar Sukardi.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dapat menyukseskan penyelenggaraan Festival Lestari ke-6 sekaligus memperkuat promosi potensi daerah.
Menurutnya, festival tersebut diharapkan menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi unggulan masing-masing daerah, memperluas kemitraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa mengesampingkan pelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
"Melalui kolaborasi lintas pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Festival Lestari ke-6 menjadi wadah untuk mempromosikan potensi unggulan daerah, memperluas kemitraan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan pelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Haq)