Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
alexander wilyo
Progres Jalan Pelang–Kepuluk Capai 85 Persen, Ditargetkan Rampung November 2026
Progres Jalan Pelang–Kepuluk Capai 85 Persen, Ditargetkan Rampung November 2026
Thursday, 22/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau langsung progres pembangunan ruas jalan Pelang–Kepuluk yang menggunakan konstruksi tiang pancang. Hingga Kamis (22/10/2026), progres pekerjaan tersebut telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung pada November 2026.

Peninjauan dilakukan saat Alexander dalam perjalanan menuju Kecamatan Tumbang Titi. Ia menyempatkan diri melihat perkembangan pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Menurut Alexander, ruas jalan Pelang–Kepuluk memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarkecamatan sekaligus memperlancar akses masyarakat menuju pusat Kota Ketapang.

“Ruas jalan ini sangat strategis karena menjadi jalur penghubung bagi hampir 70 persen wilayah kecamatan di Kabupaten Ketapang, sekaligus menjadi akses utama menuju Kota Ketapang,” ujar Alexander Wilyo, Kamis (22/10/2026).

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, pembangunan jalan dengan konstruksi tiang pancang tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pemerintah daerah berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Progresnya saat ini sudah sekitar 85 persen. Kita berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan hingga 100 persen pada November ini, sehingga akses masyarakat semakin baik dan konektivitas antarwilayah semakin lancar,” katanya.

Alexander menambahkan, pembangunan ruas jalan Pelang–Kepuluk juga direncanakan berlanjut pada tahun anggaran 2026, menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia.

Rencana tersebut mencakup pembangunan lanjutan sekitar 417 meter jalan dengan konstruksi tiang pancang atau semi-tol.

“Pada tahun anggaran 2026, kita rencanakan pembangunan lanjutan sekitar 417 meter. Konstruksi ini akan menyambung langsung dengan bagian jalan yang telah dibangun pada 2025,” ungkapnya.

Pembangunan lanjutan tersebut diharapkan memperkuat kesinambungan infrastruktur ruas Pelang–Kepuluk. Pemerintah Kabupaten Ketapang berupaya melanjutkan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan prioritas kebutuhan daerah.

Dengan peningkatan infrastruktur tersebut, akses transportasi masyarakat diharapkan semakin lancar, waktu tempuh lebih efisien, serta distribusi barang dan jasa antarkecamatan dapat berjalan lebih baik. (Adi LC)

Kapolres dan Bupati Ketapang Turun Langsung Pantau Pelayanan SPBU
Kapolres dan Bupati Ketapang Turun Langsung Pantau Pelayanan SPBU
Monday, 19/10/2026

KALBARONLINE.com – Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo meninjau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Ketapang, Senin (19/10/2026) pagi.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memantau pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan situasi di lapangan tetap aman dan kondusif di tengah kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM).

Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan SPBU berjalan dengan baik.

“Kami bersama pemerintah daerah turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan, memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya, serta mengantisipasi potensi permasalahan yang dapat mengganggu kebutuhan masyarakat terhadap BBM,” ujarnya.

Dalam peninjauan itu, Kapolres dan Bupati melihat langsung aktivitas pelayanan di SPBU serta kondisi yang dihadapi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana koordinasi untuk mengetahui situasi terkini sekaligus mendorong pengelola SPBU agar memberikan pelayanan secara tertib, aman, dan sesuai ketentuan.

Putra Pratama menegaskan, Polres Ketapang siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran pelayanan publik, termasuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan SPBU.

Ia juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan.

“Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan pengelola SPBU sangat penting untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kami mengimbau seluruh pihak agar bersama-sama menjaga ketertiban dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan dugaan pelanggaran atau gangguan dalam pelayanan BBM,” katanya.

Melalui peninjauan tersebut, Polres Ketapang bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dalam menjaga keamanan dan mendukung kelancaran pelayanan BBM bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang. (Adi LC)

Wisuda STAI Al-Haudl Ketapang, Bupati Alexander Wilyo Ajak Sarjana Amalkan Ilmu untuk Masyarakat
Wisuda STAI Al-Haudl Ketapang, Bupati Alexander Wilyo Ajak Sarjana Amalkan Ilmu untuk Masyarakat
Sunday, 18/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengajak para lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Alexander Wilyo saat menghadiri Wisuda Sarjana ke-XX STAI Al-Haudl Ketapang Tahun Akademik 2026/2027 di Ballroom Hotel Borneo Emerald Ketapang, Sabtu (17/10/2026).

Dalam sambutannya, Alex menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Ketapang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, dan berdaya saing.

Menurutnya, sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Ketapang, yakni pembangunan berkeadilan untuk Ketapang yang maju dan mandiri.

“Para sarjana yang diwisuda hari ini merupakan bagian dari potensi besar yang dimiliki Kabupaten Ketapang. Saya berharap ilmu yang telah diperoleh tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi benar-benar diamalkan dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta daerah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi para lulusan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Para sarjana juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, berpikiran terbuka, bekerja sungguh-sungguh, serta tetap menjunjung tinggi nilai moral.

Selain itu, Alex menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghormati keberagaman suku, agama, budaya, maupun profesi di Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, pembangunan daerah harus dilaksanakan secara bersama-sama dengan memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh masyarakat untuk berkembang dan merasakan manfaat kemajuan.

“Apa artinya mempunyai rumah yang besar kalau masih ada penghuninya yang merasa tertinggal? Bagi saya, Ketapang bukan sekadar kabupaten. Ini rumah kita bersama, tempat setiap orang seharusnya merasa aman, diterima, dan punya kesempatan untuk hidup lebih baik, lebih maju, dan lebih bermartabat,” tuturnya.

Alex menambahkan, Pemerintah Kabupaten Ketapang terus mendorong pembangunan berkeadilan agar hasilnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Dalam upaya tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang mandiri, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ia berharap para lulusan STAI Al-Haudl Ketapang dapat berkontribusi dalam memajukan daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan, penguatan nilai-nilai moral, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. (Adi LC)

Dua Kapal BBM Tiba di Ketapang, Bupati Desak Pertamina Percepat Distribusi
Dua Kapal BBM Tiba di Ketapang, Bupati Desak Pertamina Percepat Distribusi
Friday, 16/10/2026

KALBARONLINE.com – Dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tiba di wilayah Ketapang, Kalimantan Barat, Jumat (16/10/2026). Menyusul kedatangan tambahan pasokan tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mendesak Pertamina mempercepat distribusi BBM ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengurai antrean kendaraan.

Alexander menyampaikan desakan itu saat meninjau Fuel Terminal (Jobber) Ketapang. Kapal SPOB Seaquell 202 yang berangkat dari Pontianak tiba di Jobber Ketapang pada Jumat subuh dengan membawa 1.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 200 KL Pertamax.

Sementara itu, kapal SPOB Kapuas dari Banten dilaporkan tiba di muara Sungai Pawan dengan muatan 2.500 KL Pertalite dan 250 KL Pertamax.

Alexander meminta proses pembongkaran muatan segera dilakukan agar tambahan pasokan tersebut dapat secepatnya disalurkan ke SPBU, Pertashop, serta pengecer khusus Pertamax.

“Siang ini akan bongkar, saya sudah suruh untuk segera distribusi ke SPBU, Pertashop dan pengecer-pengecer khusus Pertamax,” ujar Alexander.

Menurut Alexander, kuota BBM untuk Kabupaten Ketapang disebut mencukupi. Karena itu, ia meminta Pertamina Patra Niaga bersama pihak terkait memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak mengalami keterlambatan.

“Saya selalu mendesak ke pihak Pertamina dan BPH Migas untuk memprioritaskan Kabupaten Ketapang, jangan sampai ada kendala dalam distribusi,” katanya.

Alexander mengakui tata kelola BBM bukan merupakan kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Ketapang. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya membantu mencari solusi ketika persoalan distribusi berdampak pada masyarakat.

Di tengah antrean kendaraan di sejumlah SPBU, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan dan antrean BBM untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, termasuk mempolitisasi persoalan tersebut.

Alexander berharap tambahan pasokan dari kedua kapal segera didistribusikan sehingga antrean kendaraan di SPBU Ketapang berangsur terurai dan kebutuhan BBM masyarakat kembali terpenuhi. (Adi LC)

Bupati Alexander Wilyo Resmikan Sambungan Listrik untuk 144 Rumah di Kendawangan
Bupati Alexander Wilyo Resmikan Sambungan Listrik untuk 144 Rumah di Kendawangan
Wednesday, 14/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meresmikan sambungan listrik bagi 144 rumah warga di Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari, Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Selasa (13/10/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses listrik hingga ke wilayah pelosok.

Dalam sambutannya, Alexander menegaskan bahwa pembangunan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di desa dan dusun terpencil.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, jalan, fasilitas pendidikan, dan jaringan internet harus terus diperjuangkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.

“Pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita yang tinggal di dusun-dusun. Kita akan terus berupaya agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap, sesuai dengan kemampuan dan prioritas pembangunan daerah,” tegas Alexander.

Ia mengungkapkan, Kabupaten Ketapang mendapatkan alokasi 60 titik pemasangan listrik desa pada 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di Kalimantan Barat, dengan lima titik di antaranya berada di Kecamatan Kendawangan.

Alexander menyebut capaian itu merupakan hasil perjuangan pemerintah daerah sejak tahun lalu. Upaya tersebut dilakukan, antara lain, dengan mendatangi langsung kantor pusat PT PLN dan kementerian terkait untuk memperjuangkan akses listrik bagi masyarakat di desa-desa yang belum teraliri listrik.

Ia berharap program elektrifikasi desa terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat dapat menikmati layanan listrik. Pemerataan akses listrik ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2028–2029.

Selain listrik, pemerintah daerah juga mendorong perluasan jaringan internet di wilayah pedesaan. Akses internet dinilai penting untuk mendukung pendidikan anak-anak, memperluas akses informasi, serta membuka peluang bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Alexander mengakui, upaya pembangunan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebijakan efisiensi anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menghentikan upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, dengan tetap mengacu pada skala prioritas pembangunan.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan di tengah persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Ia berharap hujan segera turun agar kualitas lingkungan membaik dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan nyaman.

Peresmian sambungan listrik tersebut berlangsung hangat dengan penyambutan adat Dayak dan Jawa sejak dari Tugu Dusun Bagan Cempedak hingga Dusun Bangunsari dan Dusun Wonosari. Penyambutan tersebut mencerminkan kerukunan masyarakat yang hidup berdampingan di tengah keberagaman suku dan budaya.

Alexander menegaskan, keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga untuk mendukung pembangunan daerah. Perbedaan suku dan adat istiadat bukan penghalang untuk bekerja bersama, melainkan kekayaan yang mempererat persaudaraan masyarakat Ketapang.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Kita semua bersaudara, sebagai satu keluarga besar Kabupaten Ketapang. Mari kita jaga kebersamaan, terus bergotong royong, dan bersama-sama membangun Ketapang agar semakin maju dan mandiri,” ujarnya.

Peresmian sambungan listrik bagi 144 rumah warga ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri, sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat di wilayah pedesaan. (Adi LC)

Bupati Ketapang Desak Pertamina Segera Atasi Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM
Bupati Ketapang Desak Pertamina Segera Atasi Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM
Tuesday, 13/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meminta Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluhkan masyarakat.

Persoalan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Tingginya Intensitas Antrean di SPBU dan Kelangkaan Stok BBM Kabupaten Ketapang yang berlangsung di Kantor Bupati Ketapang, Senin (12/10/2026) malam.

Dalam rapat itu, Alexander menyoroti antrean kendaraan yang mengular hingga menyebabkan kemacetan di sejumlah lokasi. Ia meminta Pertamina menjelaskan kondisi pasokan sekaligus menyiapkan langkah penyelesaian agar distribusi BBM kembali lancar.

“Kami ingin ada penjelasan yang jelas dari Pertamina terkait kondisi stok BBM, kendala distribusi, serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan ini,” tegas Alexander.

Menurutnya, ketersediaan BBM sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari, transportasi, dan pergerakan ekonomi daerah.

Karena itu, ia menilai distribusi BBM perlu dipastikan berjalan lancar dan merata agar masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang saat hendak mengisi bahan bakar.

Alexander juga menekankan pentingnya pengawasan penyaluran BBM, terutama BBM bersubsidi, untuk mencegah penyalahgunaan yang berpotensi memperburuk kondisi pasokan di lapangan.

“Distribusi BBM harus diawasi dengan baik. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait meningkatkan pengawasan serta mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pelanggaran dalam penyaluran BBM.

Selain memperkuat pengawasan, Alexander mendorong Pertamina mengoptimalkan pasokan dan memastikan penyaluran ke setiap SPBU sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi antrean sekaligus meredam kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM.

“Kami berharap Pertamina segera mengoptimalkan pasokan dan pemerataan distribusi. Masyarakat membutuhkan kepastian agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu akibat antrean panjang dan sulitnya mendapatkan BBM,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama unsur terkait akan terus berkoordinasi untuk mendorong penyelesaian persoalan tersebut. Kepastian kedatangan pasokan tambahan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar pelayanan BBM kepada masyarakat kembali normal. (Adi LC)

Antrean BBM Kembali Mengular, Bupati Ketapang Minta Pasokan dan Distribusi Dibenahi
Antrean BBM Kembali Mengular, Bupati Ketapang Minta Pasokan dan Distribusi Dibenahi
Friday, 09/10/2026

KALBARONLINE.com – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Ketapang kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang terus memperjuangkan kecukupan pasokan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mendorong perbaikan distribusi agar lebih tertib dan tepat sasaran.

Alexander mengaku memahami keresahan masyarakat akibat antrean BBM. Menurutnya, ketersediaan bahan bakar merupakan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mobilitas masyarakat, hingga kelancaran perekonomian daerah.

Sejak beberapa bulan lalu, ia mengaku telah berkoordinasi dan menyampaikan langsung kepada pihak Pertamina agar alokasi BBM untuk Kabupaten Ketapang tidak dikurangi, bahkan dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Menurut Alexander, perkembangan Kabupaten Ketapang yang diikuti peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat harus menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan pasokan BBM.

Terlebih, konektivitas transportasi udara melalui rute penerbangan langsung Ketapang–Jakarta dan Ketapang–Pontianak turut menjadi bagian dari perkembangan daerah yang memerlukan dukungan energi memadai dan berkelanjutan.

“Karena itu, kebutuhan BBM Kabupaten Ketapang perlu diperhitungkan berdasarkan perkembangan ekonomi, mobilitas masyarakat, dan kebutuhan riil di lapangan agar aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah dapat berjalan lancar,” demikian disampaikan dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Alexander menjelaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan kuota BBM. Penetapan alokasi dan pengaturan distribusi berada pada instansi berwenang, termasuk BPH Migas untuk jenis BBM tertentu dan BBM khusus penugasan, serta badan usaha yang menjalankan penyediaan dan penyalurannya.

Meski demikian, Pemkab Ketapang berkomitmen terus menyampaikan aspirasi masyarakat dan memperjuangkan agar kebutuhan BBM daerah mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Selain memperjuangkan kecukupan pasokan, Alexander juga mendorong Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) memperkuat pengawasan distribusi BBM, mulai dari jalur penyalur hingga ke SPBU.

Ia menegaskan, pengelola SPBU harus memastikan penyaluran BBM berlangsung tertib, sesuai ketentuan, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Alexander mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolres Ketapang guna membantu pengawasan serta menjaga ketertiban di lapangan.

Apabila ditemukan dugaan penyimpangan atau pelanggaran hukum dalam distribusi BBM, ia meminta agar persoalan tersebut ditindaklanjuti oleh instansi berwenang sesuai peraturan perundang-undangan.

Alexander menegaskan, Pemkab Ketapang akan terus memperkuat koordinasi dengan Pertamina, BPH Migas, Hiswana Migas, serta pihak terkait lainnya untuk mendorong kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi BBM.

Ia memahami masyarakat membutuhkan kepastian dan perbaikan nyata terhadap persoalan antrean yang kembali terjadi. Karena itu, upaya koordinasi dan pengawasan akan terus dilakukan agar penyaluran BBM di Kabupaten Ketapang semakin baik.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi yang dapat merugikan orang lain.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Saya akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat agar kebutuhan BBM terpenuhi dengan lebih baik, sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah dapat berjalan lancar,” tegasnya. (Adi LC)

Ketapang Dapat Tambahan Peralatan Karhutla Senilai Rp93,3 Juta dari Pemprov Kalbar
Ketapang Dapat Tambahan Peralatan Karhutla Senilai Rp93,3 Juta dari Pemprov Kalbar
Thursday, 08/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang mendapat tambahan dukungan peralatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat senilai Rp93,3 juta.

Bantuan tersebut diserahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar kepada Kepala BPBD Kabupaten Ketapang di Pontianak, Rabu, 7 Oktober 2026.

Kepala BPBD Ketapang Yunifar Purwantoro mengatakan bantuan tersebut terdiri dari tiga unit mesin pemadam, enam roll selang dan tiga unit nozzle.

"Bantuan yang diterima berupa tiga unit mesin pemadam, enam roll selang dan tiga unit nozzle," kata Yunifar saat dikonfirmasi, Kamis, 8 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, tiga unit mesin pemadam masing-masing bernilai Rp23 juta dengan total Rp69 juta. Kemudian, enam roll selang ukuran 1,5 x 30 meter masing-masing senilai Rp1,8 juta atau total Rp10,8 juta.

Sementara tiga unit nozzle ukuran 1,5 masing-masing bernilai Rp4,5 juta, sehingga total nilainya mencapai Rp13,5 juta.

"Dengan demikian, total nilai seluruh peralatan yang diterima BPBD Ketapang mencapai Rp93,3 juta," jelasnya.

Menurut Yunifar, seluruh peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mendukung penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Ketapang.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas dukungan peralatan tersebut.

"Terima kasih kepada Pak Gubernur Kalimantan Barat. Beberapa minggu lalu beliau sudah berkunjung ke Ketapang. Dari laporan Kepala BPBD Ketapang, kita juga mendapat bantuan dari provinsi senilai Rp93,3 juta," ujar Alexander.

Ia berharap hujan segera turun secara merata di Kalimantan Barat sehingga kondisi karhutla dan kabut asap dapat segera berakhir.

Dukungan peralatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, terutama dalam menghadapi potensi titik api yang masih muncul di sejumlah wilayah.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mendapat dukungan anggaran penanganan karhutla sebesar Rp60 miliar. Anggaran tersebut terdiri dari Bantuan Presiden (Banpres) Rp40 miliar dan Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp20 miliar.

Tambahan peralatan untuk BPBD Ketapang diharapkan dapat memperkuat kemampuan petugas dalam melakukan pemadaman serta penanganan karhutla di lapangan. (Adi LC)

Bupati Ketapang Ultimatum Dispora, GOR Indoor Wajib Rampung 2027
Bupati Ketapang Ultimatum Dispora, GOR Indoor Wajib Rampung 2027
Wednesday, 07/10/2026

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menargetkan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Indoor Ketapang rampung pada 2027.

Target tersebut menjadi bagian dari persiapan Ketapang menghadapi kemungkinan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2030.

Alexander bahkan memberikan peringatan kepada jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Ketapang agar serius mengawal proses penganggaran hingga pembangunan GOR tersebut.

“2030 kita siap jadi tuan rumah Porprov. Kita persiapkan. GOR kita tuntaskan tahun depan,” tegas Alexander saat menghadiri acara MoU antara KONI dan BPJS Ketenagakerjaan Ketapang di Pendopo Bupati, Rabu (7/10/2026).

Menurutnya, persiapan menjadi tuan rumah Porprov tidak bisa dilakukan secara mendadak. Infrastruktur olahraga harus mulai disiapkan jauh sebelum pelaksanaan.

Alexander menegaskan pembangunan GOR Indoor merupakan salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Ketapang. Karena itu, proses penganggaran dan pelaksanaannya diminta tidak mengalami keterlambatan.

“Ini prioritas daerah. Saya tidak mau tahu, GOR finis tahun depan. Kalau ini tak jalan, saya nonjob kalian,” tegasnya kepada pejabat Dispora.

Ia berharap keberadaan GOR Indoor nantinya tidak hanya menjadi fasilitas pertandingan, tetapi juga mampu mendorong perkembangan olahraga dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Berbagai event olahraga yang digelar di Ketapang dinilai berpotensi menggerakkan sektor ekonomi, termasuk usaha masyarakat, jasa, transportasi hingga sektor pendukung lainnya.

Alexander meminta jajaran terkait memastikan target tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan. Penganggaran hingga pelaksanaan pembangunan harus dipersiapkan dan dijalankan sesuai tahapan.

Jika GOR dapat diselesaikan pada 2027, Ketapang diharapkan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur olahraga menjelang Porprov Kalbar 2030. (Adi LC)

HUT ke-81 TNI, Bupati Ketapang Tekankan Sinergi Hadapi Karhutla
HUT ke-81 TNI, Bupati Ketapang Tekankan Sinergi Hadapi Karhutla
Tuesday, 06/10/2026

KALBARONLINE.com – Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Ketapang menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta menghadapi berbagai persoalan daerah.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo menghadiri kegiatan syukuran dan doa bersama HUT ke-81 TNI yang digelar di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (5/10/2026).

Dalam sambutannya, Alexander menyampaikan apresiasi atas pengabdian TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk keterlibatan TNI dalam mendukung pembangunan dan penanganan berbagai persoalan di daerah.

“Dirgahayu TNI ke-81. TNI kuat bersama rakyat. Semoga TNI selalu menjadi garda terdepan dalam membela rakyat dan kepentingan rakyat,” ujar Alexander.

Ia secara khusus mengapresiasi sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berdampak terhadap kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat.

Menurutnya, meskipun sejumlah titik karhutla di Ketapang mulai mengalami penurunan, kewaspadaan tidak boleh diturunkan. Sebab, kabut asap yang menyelimuti Ketapang juga dapat berasal dari wilayah lain dan terbawa angin.

“Kalau kegiatan outdoor, bapak ibu dan anak-anak kita usahakan menggunakan masker. Kita berharap hujan segera turun kembali. Mudah-mudahan hujan tidak hanya di Ketapang, tetapi merata di seluruh Pulau Kalimantan,” katanya.

Selain persoalan karhutla, Alexander juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kerukunan. Ia menekankan pentingnya hubungan harmonis antara masyarakat Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara sebagai bagian dari wilayah Tanah Kayong.

Menurutnya, kondisi daerah yang aman, damai dan kompak akan menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjalankan pembangunan.

“Kalau masyarakatnya kompak dan hidup dalam suasana yang adem serta guyub, tentu sangat mempermudah upaya kita untuk membangun Ketapang,” tuturnya.

Alexander berharap momentum HUT ke-81 TNI semakin memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat. Ia juga berharap TNI terus meningkatkan profesionalisme serta mempertahankan kedekatan dengan rakyat.

“Dirgahayu TNI ke-81. Pengabdianmu abadi, senantiasa di dalam hati,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari, Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh, Dandim 1203/Ketapang Letkol Inf Zulkarnaen Galib, Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Avif Hidayaturahman, Danyon TP 832/PA Letkol Inf Sidik Purnomo, Kapolres Ketapang, Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Ketapang, serta Wakil Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang.

Hadir pula jajaran TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tamu undangan lainnya.

Momentum tersebut diharapkan semakin memperkokoh kebersamaan seluruh unsur dalam menjaga Ketapang dan wilayah Tanah Kayong tetap aman, damai dan kondusif, sekaligus mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. (Adi LC)