Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
apbd 2026
Bahas Perubahan APBD 2026, DPRD Pontianak Soroti Antisipasi Karhutla dan Dampak Asap
Bahas Perubahan APBD 2026, DPRD Pontianak Soroti Antisipasi Karhutla dan Dampak Asap
Wednesday, 09/09/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak menjadikan masukan dan catatan fraksi-fraksi DPRD sebagai bahan penyempurnaan dalam pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026.

Catatan tersebut terutama berkaitan dengan ketepatan sasaran program, optimalisasi pendapatan daerah, serta kesiapan pemerintah dalam menangani dampak kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Alhamdulillah dari semua fraksi yang ada di DPRD Kota Pontianak, semuanya pada intinya mengapresiasi,” ujar Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan usai Rapat Paripurna di DPRD Kota Pontianak, Rabu (9/9/2026).

Bahasan memastikan program yang diusulkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemkot juga terus berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah.

Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian karena dalam perubahan APBD terdapat sejumlah penyesuaian pembiayaan yang harus dijaga agar struktur anggaran tetap seimbang.

Bahasan menjelaskan, terdapat alokasi Universal Health Coverage (UHC) yang belum tersalurkan karena menyesuaikan ketentuan dari pemerintah pusat, terutama terkait kelompok desil 1 dan desil 2. Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian dalam pembahasan perubahan anggaran.

Menurut Bahasan, masukan dari DPRD menjadi bagian penting dalam proses pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif. Catatan tersebut akan dicermati agar perubahan APBD tidak hanya menjadi penyesuaian angka, tetapi juga memperkuat efektivitas program hingga akhir tahun anggaran.

“Semua program prioritas. Tetapi yang disampaikan fraksi-fraksi, penekanannya saat sekarang ini adalah penanganan karhutla yang mungkin terjadi di beberapa kecamatan di Kota Pontianak dan bagaimana mengantisipasi dampak asap,” ujarnya.

Pemkot Pontianak telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan atau indikasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari langkah tanggap darurat pemerintah daerah. Selain fasilitas kesehatan, Pemkot Pontianak juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Itu tanggap darurat istilahnya,” katanya.

Bahasan menegaskan, Pemkot Pontianak akan menindaklanjuti catatan fraksi dalam pembahasan berikutnya. Menurutnya, masukan DPRD menjadi bagian dari kemitraan dalam memastikan Perubahan APBD 2026 lebih tepat sasaran, responsif terhadap kondisi aktual, dan bermanfaat bagi warga.

“Catatan-catatan fraksi ini tentu menjadi perhatian kita agar program yang dilaksanakan benar-benar memberi manfaat bagi warga Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)

Perubahan APBD 2026 Pontianak Fokus Sesuaikan Pendapatan dan Program Prioritas
Perubahan APBD 2026 Pontianak Fokus Sesuaikan Pendapatan dan Program Prioritas
Monday, 07/09/2026

KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut perubahan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk menyesuaikan pendapatan daerah sekaligus menyelesaikan program prioritas yang telah berjalan dalam anggaran murni.

Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menyempurnakan alokasi anggaran, menjaga efektivitas program, serta menyesuaikan target pendapatan daerah hingga akhir tahun.

Hal itu disampaikan Edi usai Rapat Paripurna Pidato Wali Kota terhadap Penyampaian Raperda Perubahan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026 di DPRD Kota Pontianak, Senin (7/9/2026).

“Perubahan APBD ini dimungkinkan sesuai aturan. Jadi disebabkan karena ada penyesuaian, penyempurnaan, dan efektivitas, termasuk target-target pendapatan yang kita rencanakan,” ujarnya.

Edi menjelaskan, terdapat beberapa jenis pendapatan yang tidak sesuai target. Karena itu, Pemkot Pontianak perlu melakukan penyesuaian agar struktur anggaran tetap seimbang hingga akhir tahun.

Selain itu, hingga Desember 2026, fokus Pemkot Pontianak adalah menyelesaikan program-program yang telah disusun dalam anggaran murni. Program tersebut terutama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan belanja modal.

Selain infrastruktur, perubahan anggaran juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. Di antaranya pemenuhan target Universal Health Coverage (UHC) melalui BPJS Kesehatan, termasuk penyelesaian perbaikan fasilitas kesehatan.

Edi mencontohkan perbaikan rumah sakit dan puskesmas yang tetap menjadi prioritas dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Ada penyelesaian perbaikan rumah sakit, termasuk puskesmas. Jadi sektor kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas,” katanya.

Terkait pembangunan waterfront, Edi menjelaskan pekerjaan yang berjalan saat ini menggunakan anggaran murni, bukan perubahan anggaran. Proses lelang baru selesai sekitar Juni hingga Juli sehingga pekerjaan baru mulai dilaksanakan.

Ia menambahkan, kelanjutan pembangunan waterfront akan kembali direncanakan pada tahun anggaran 2027. Sementara pekerjaan yang saat ini telah dimulai ditargetkan rampung paling lambat akhir tahun.

“Selanjutnya nanti kita lanjutkan di 2027. Yang sekarang sudah dibongkar, penyelesaiannya paling lama Desember,” pungkasnya. (*)