Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
apeksi
Ladies Program APEKSI se-Kalimantan, Perempuan Didorong Lestarikan Budaya Lewat Pelatihan Pokok Telok
Ladies Program APEKSI se-Kalimantan, Perempuan Didorong Lestarikan Budaya Lewat Pelatihan Pokok Telok
Saturday, 23/05/2026

KALBARONLINE.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie Kamtono, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif.

Hal itu disampaikannya saat membuka workshop “Pokok Telok” dalam rangka Ladies Program Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Regional Kalimantan yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan Ladies Program tersebut diikuti peserta dari berbagai kota di Kalimantan sebagai ruang berbagi budaya sekaligus memperkuat kolaborasi antardaerah.

Yanieta menjelaskan, pokok telok bukan sekadar keterampilan, tetapi memiliki nilai filosofi budaya yang kuat. Tradisi ini melambangkan kerapian, ketekunan, doa, keberkahan, kesuburan, hingga kebahagiaan, yang biasa hadir dalam berbagai acara adat seperti khitanan, pernikahan, akikah, hingga khataman Al-Qur’an.

“Melalui workshop ini, kami ingin membagikan budaya tradisional agar tetap hidup dan lestari. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kesabaran dan ketelitian,” katanya.

Ia menambahkan, keterampilan membuat pokok telok juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena itu, Dekranasda Kota Pontianak turut melakukan pembinaan kepada kelompok disabilitas agar ikut terlibat dalam pengembangan kerajinan tersebut.

Selain workshop, kegiatan ini juga diramaikan dengan fashion show yang menampilkan motif dan kearifan lokal Kota Pontianak, termasuk motif caping yang terinspirasi dari topi tradisional nelayan di Kampung Caping, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Yanieta menyebut Kampung Caping kini berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif masyarakat yang mendapat perhatian luas. Bahkan, istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, disebut sempat berkunjung dan memberikan apresiasi terhadap kreativitas warga setempat.

Mengusung tema “Perempuan Berdaya Mendukung Fiskal Tangguh Menuju Kota Tumbuh”, Yanieta menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, tidak hanya sebagai pendamping keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi, pelestari budaya, dan penjaga nilai sosial.

“Peran Tim Penggerak PKK, Dekranasda, Dharma Wanita, dan organisasi perempuan lainnya sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Dari tangan perempuan lahir banyak gagasan baik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas kolaborasi antarkota di Kalimantan, sehingga masing-masing daerah bisa saling belajar dan memperkaya budaya maupun produk kreatif.

Dalam kesempatan itu, Yanieta juga memperkenalkan Kota Pontianak sebagai kota kuliner dengan daya tarik tersendiri meski tidak memiliki wilayah yang luas.

“Kota Pontianak memang tidak terlalu luas, namun cukup dirindukan bagi siapa pun yang pernah berkunjung karena terkenal dengan wisata kulinernya. Selain itu, Pontianak juga dikenal sebagai kota dengan seribu warung kopi,” pungkasnya. (*)

Wadah Kota se-Kalimantan Cari Solusi Fiskal, Raker APEKSI Jadi Forum Strategis Antardaerah
Wadah Kota se-Kalimantan Cari Solusi Fiskal, Raker APEKSI Jadi Forum Strategis Antardaerah
Saturday, 23/05/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Regional Kalimantan Tahun 2026 menjadi wadah penting bagi pemerintah kota untuk mencari solusi bersama atas tantangan fiskal daerah.

Dengan mengusung tema “Fiskal Tangguh, Kota Tumbuh”, forum ini dinilai sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi kota-kota di Kalimantan saat ini, mulai dari rendahnya kemandirian fiskal, terbatasnya ruang fiskal, kesenjangan kapasitas antardaerah, hingga dampak penyesuaian transfer dari pemerintah pusat.

“Tema ini merupakan tantangan nyata yang mesti kita sikapi dan cari solusi bersama. Hari ini kita menghadapi isu strategis yang sama, sementara tuntutan pembangunan terus meningkat,” ujar Edi saat membuka Raker Komwil V APEKSI di Hotel Novotel Pontianak, Sabtu (23/5/2026) pagi.

Edi yang juga Ketua Komwil V APEKSI Regional Kalimantan menekankan bahwa ketahanan fiskal tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan mengelola anggaran, tetapi juga kemampuan daerah untuk tidak terus bergantung pada transfer pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada transfer pusat. Kita harus mampu memperkuat kapasitas pembiayaan dari kekuatan ekonomi daerah kita sendiri,” katanya.

Ia menjelaskan, pengelolaan pendapatan daerah menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan fiskal dan pembangunan. Upaya tersebut harus diarahkan pada peningkatan kemandirian fiskal, optimalisasi sumber pendapatan, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang baik.

Di Kota Pontianak, Edi memaparkan sejumlah langkah yang sudah dilakukan, mulai dari optimalisasi pajak dan retribusi daerah melalui digitalisasi pendapatan terintegrasi e-PONTI. Inovasi ini disebut mampu meningkatkan transaksi perpajakan rata-rata 11,37 persen setiap tahun.

Selain itu, Pemkot Pontianak juga mengembangkan Online Tax Monitoring (OTM) yang mendorong kepatuhan wajib pajak meningkat dari 65 persen menjadi 85 persen.

“Digitalisasi menjadi bagian penting untuk memperkuat pendapatan daerah. Dengan e-PONTI dan Online Tax Monitoring, kita ingin pemungutan pajak dan retribusi menjadi lebih transparan, efektif, dan akuntabel,” jelasnya.

Tak hanya itu, Pontianak juga melakukan diversifikasi sumber pendapatan melalui QROP Spasial berbasis sinkronisasi data lintas sektor. Dari sisi aset, Pemkot menggunakan Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA) serta menggandeng Kejaksaan Negeri untuk pengamanan aset daerah.

Edi menegaskan, forum APEKSI menjadi ruang penting untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik antar kota di Indonesia.

“Di forum inilah kita bisa saling belajar, berbagi praktik terbaik, dan membangun kolaborasi antarkota. Tantangan fiskal ini bukan hanya milik satu daerah, tetapi tantangan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus APEKSI, Alwis Rustam, menilai Komwil V APEKSI Regional Kalimantan sebagai salah satu komwil paling aktif dan produktif dalam menyampaikan masukan strategis.

Ia menyebut berbagai usulan dari Komwil V telah diteruskan ke sejumlah kementerian hingga level pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kemenko, Kementerian Keuangan, hingga Presiden.

Menurutnya, Komwil memiliki peran penting karena mampu memotret persoalan daerah secara lebih detail dan sesuai karakter wilayah.

“Komisariat wilayah ini merupakan ujung tombak untuk melihat persoalan-persoalan secara detail dan regional. Kita tidak ingin kebijakan untuk daerah digeneralisasi begitu saja,” ujarnya.

Ia juga menyebut, setiap wilayah memiliki tantangan berbeda sehingga forum komwil menjadi ruang penting untuk menghimpun aspirasi sebelum dibawa ke Rakernas APEKSI.

“Biasanya di Rakernas kita bisa mencapai 62 rekomendasi dari enam komwil. Artinya, persoalan yang dihimpun dari daerah sangat banyak dan perlu dibahas bersama,” jelasnya.

Selain itu, Raker Komwil V APEKSI juga menjadi ajang horizontal learning antar daerah, tidak hanya di forum formal, tetapi juga dalam pertukaran pengalaman antarkepala daerah dan perangkat daerah. (*)

Wali Kota se-Kalimantan Gowes Bareng Keliling Pontianak, Tanam Pohon hingga Tebar Bibit Ikan di Sungai Kapuas
Wali Kota se-Kalimantan Gowes Bareng Keliling Pontianak, Tanam Pohon hingga Tebar Bibit Ikan di Sungai Kapuas
Saturday, 23/05/2026

KALBARONLINE.com – Sembilan pemerintah kota yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Komisariat Wilayah (Komwil) V Regional Kalimantan menggelar kegiatan gowes bareng mengitari Kota Pontianak, Sabtu (23/5/2026) pagi.

Kesembilan kota tersebut meliputi Balikpapan, Banjarbaru, Banjarmasin, Bontang, Palangkaraya, Pontianak, Tarakan, Samarinda, dan Singkawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja (Raker) Komwil V Regional Kalimantan.

Rute gowes dimulai dari Hotel Novotel Pontianak, kemudian para wali kota dan perwakilan pemerintah kota se-Kalimantan melintasi sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani, Teuku Umar, Diponegoro, dan Tanjungpura, sebelum akhirnya finis di kawasan waterfront Bank BNI.

Di lokasi akhir, para peserta mengikuti kegiatan penanaman pohon dan penaburan benih ikan di Sungai Kapuas sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Usai rangkaian kegiatan tersebut, para tamu juga disuguhi sarapan dengan berbagai kuliner khas Pontianak, mulai dari bubur kampung, lontong sayur, roti cane, sate, kue lupis, chai kue, hingga pisang goreng dan aneka hidangan lainnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusli Kamtono mengatakan, kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan wajah Kota Pontianak yang hijau, bersih, dan tertata kepada para tamu dari berbagai daerah di Kalimantan.

Menurutnya, kegiatan gowes sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan perkembangan tata kota Pontianak secara langsung kepada para kepala daerah yang hadir.

“Para peserta melihat langsung bagaimana Kota Pontianak yang hijau, bersih dan tertata. Ini menjadi kesan positif bagi tamu yang datang ke Pontianak,” ujarnya.

Selain bersepeda, kegiatan juga dilanjutkan dengan penebaran benih ikan di kawasan waterfront. Jenis ikan yang ditebar antara lain ikan jelawat, ikan patin, serta udang galah.

Edi berharap kegiatan tersebut tidak hanya seremonial, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem perairan.

“Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak masyarakat menjaga kelestarian sungai dan ekosistemnya,” katanya.

Dalam rangkaian penyambutan, Pemerintah Kota Pontianak juga menyajikan beragam kuliner khas kepada peserta Raker Komwil V APEKSI, seperti sate kuah, bubur pedas, roti cane, lontong sayur, hingga aneka kue tradisional Pontianak.

Edi menambahkan, forum pertemuan kepala daerah se-Kalimantan ini juga menjadi ruang membahas berbagai isu strategis, termasuk tantangan keterbatasan anggaran akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah kota di Kalimantan tetap diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi serta kolaborasi antar daerah.

“Melalui forum ini, kita saling bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama agar pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota Kalimantan tetap berjalan optimal,” pungkasnya. (*)

Sambut Peserta APEKSI se-Kalimantan, Wako Edi Ajak Nikmati Kuliner dan Budaya Ngopi Khas Pontianak
Sambut Peserta APEKSI se-Kalimantan, Wako Edi Ajak Nikmati Kuliner dan Budaya Ngopi Khas Pontianak
Friday, 22/05/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyambut hangat para kepala daerah dan peserta Rapat Kerja (Raker) Komisariat Wilayah (Komwil) V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Regional Kalimantan yang digelar di Kota Pontianak pada 22 hingga 24 Mei 2026.

Momentum ini sekaligus menjadi ajang memperkenalkan wajah Kota Pontianak kepada para tamu dari berbagai daerah di Kalimantan, mulai dari kuliner khas hingga budaya ngopi yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat.

Edi mengaku bangga karena Pontianak kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda penting antarpemerintah kota se-Kalimantan tersebut. Menurutnya, kehadiran para peserta menjadi kehormatan sekaligus kesempatan untuk mempererat hubungan antar daerah.

“Selamat datang seluruh peserta Raker Komwil V APEKSI Regional Kalimantan di Bumi Khatulistiwa. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan suatu kehormatan bagi kami,” ujar Edi saat menyambut tamu dalam jamuan makan malam atau welcome dinner di Hotel Novotel Pontianak, Jumat (22/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Edi juga mengajak para tamu untuk menikmati suasana Kota Pontianak dan mengeksplorasi berbagai potensi yang dimiliki ibu kota Kalimantan Barat tersebut.

Menurutnya, Pontianak bukan hanya dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, tetapi juga memiliki ragam kuliner khas yang selalu jadi daya tarik bagi wisatawan.

“Pontianak tidak hanya dikenal sebagai Kota Khatulistiwa, tetapi juga memiliki beragam kuliner yang patut dicoba,” ungkapnya.

Tak hanya kuliner, Edi turut memperkenalkan budaya ngopi masyarakat Pontianak yang sudah menjadi bagian dari keseharian warga. Banyaknya warung kopi yang tersebar di berbagai sudut kota membuat Pontianak dikenal luas dengan julukan Kota Seribu Warung Kopi.

“Silakan menikmati suasana Kota Pontianak, mencicipi kulinernya, maupun sekadar nongkrong di warung kopi bersama masyarakat. Budaya ngopi di Pontianak sudah menjadi ciri khas tersendiri,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan Raker Komwil V APEKSI Regional Kalimantan 2026 tidak hanya memperkuat sinergi antar pemerintah kota, tetapi juga menjadi ruang promosi potensi daerah serta mempererat hubungan antardaerah di Pulau Kalimantan. (*)