Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
apriyani rahayu
Debut Meyakinkan, Dejan dan Apriyani Hajar Ganda China Taipei 21-5 di Pontianak
Debut Meyakinkan, Dejan dan Apriyani Hajar Ganda China Taipei 21-5 di Pontianak
Thursday, 27/08/2026

KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, mengawali kiprahnya di Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan kemenangan meyakinkan.

Tampil di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kamis (27/8/2026), Dejan/Apriyani menundukkan pasangan China Taipei, Lin Ting Yu/Tsai Ruo Lin, dalam dua gim langsung.

Dejan/Apriyani langsung mengambil kendali permainan sejak gim pertama. Kombinasi permainan keduanya membuat pasangan China Taipei kesulitan mengembangkan pola permainan hingga harus menyerah 21-11.

Dominasi pasangan Indonesia semakin terlihat pada gim kedua. Dejan/Apriyani terus memberikan tekanan dan mampu menjaga konsistensi permainan hingga menutup laga dengan kemenangan telak 21-5.

Dengan hasil tersebut, pasangan China Taipei hanya mampu mengumpulkan 16 poin dari dua gim yang dimainkan.

Apriyani mengatakan kemenangan tersebut menjadi hasil positif setelah dirinya bersama Dejan melakukan evaluasi dari penampilan sebelumnya di Taipei.

“Alhamdulillah, dengan hasil hari ini kami memenangkan pertandingan dengan baik. Ini debut kedua kami. Dari Taipei kemarin kami ada evaluasi juga dan sekarang kami coba untuk diterapkan, dan berjalan dengan baik,” ujar Apriyani.

Dejan menambahkan, keduanya memiliki waktu sekitar tiga minggu sejak tampil di Taipei untuk memperbaiki sejumlah aspek permainan melalui latihan.

“Terakhir kemarin kita memang pertandingan di Taipei dan ini ada tiga minggu dari Taipei sampai ke sini. Memang ada beberapa PR yang kita perbaiki juga di latihan,” kata Dejan.

Menurut Dejan, kemampuan menjalankan pola permainan yang telah dipersiapkan menjadi salah satu kunci kemenangan mereka. Strategi yang diterapkan berjalan sesuai dengan rencana.

“Tadi Alhamdulillah juga bermain coba pola-pola kita dan dijalankan dengan baik. Hari ini kita fokus dan saya rasa memang lebih unggul daripada mereka, jadi kita bisa konsisten,” tuturnya.

Kemenangan dua gim langsung ini menjadi modal awal bagi Dejan/Apriyani untuk melanjutkan perjuangan di Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Keduanya akan kembali melakukan persiapan dan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Persaingan dipastikan semakin ketat seiring berlanjutnya turnamen di Pontianak.

Apriyani Rahayu Coba Tantangan Baru di Pontianak, Main Ganda Campuran Bareng Dejan
Apriyani Rahayu Coba Tantangan Baru di Pontianak, Main Ganda Campuran Bareng Dejan
Monday, 24/08/2026

KALBARONLINE.com – Apriyani Rahayu bakal mencoba tantangan baru di Polytron Pontianak International Challenge 2026. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu akan turun di nomor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah.

Keduanya akan bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, pada 25–30 Agustus 2026.

Bermain di nomor ganda campuran menjadi pengalaman berbeda bagi Apriyani. Selama bertahun-tahun, ia lebih dikenal sebagai pemain ganda putri.

“Kali ini cukup berbeda. Sebelumnya saya bermain di ganda putri, sekarang saya bermain di ganda campuran,” kata Apriyani saat konferensi pers.

Menurut Apriyani, salah satu kunci utama dalam ganda campuran adalah membangun komunikasi dengan pasangan. Komunikasi tersebut tak hanya dibutuhkan di luar lapangan, tetapi juga saat pertandingan berlangsung.

“Di nomor ini, komunikasi memang harus terjalin dengan baik. Cara berkomunikasi antara pasangan laki-laki dan perempuan juga berbeda. Jadi, saya dan pasangan terus mengupayakan bagaimana agar komunikasi kami tidak miss,” ujarnya.

Ia menyebut komunikasi selama pertandingan menjadi salah satu aspek yang masih harus terus ditingkatkan sejak awal laga.

“Alhamdulillah, sejauh ini berjalan dengan baik. Bukan hanya komunikasi di luar lapangan, tetapi komunikasi saat bertanding juga sangat penting. Itu yang harus kami tingkatkan sejak awal,” lanjutnya.

Selain komunikasi, Apriyani juga menghadapi tantangan dari sisi pola permainan. Perubahan nomor membuatnya harus menyesuaikan peran yang selama ini ia jalankan di ganda putri.

Di ganda putri, Apriyani terbiasa menjadi playmaker dan lebih banyak mengambil peran dari area belakang lapangan. Sementara di ganda campuran, ia dituntut lebih aktif bermain di depan.

“Mungkin kesulitannya adalah saya harus beradaptasi dengan pola permainan. Di ganda putri, saya lebih berperan sebagai playmaker dan pemain belakang. Sementara di ganda campuran, saya harus lebih banyak bermain di depan,” ungkap Apriyani.

Perubahan tersebut membuat Apriyani harus menyesuaikan teknik hingga cara mengatur bola selama pertandingan.

“Jadi, ada beberapa hal yang harus saya sesuaikan, mulai dari cara bermain hingga bagaimana saya mengatur bola. Adaptasinya lebih kepada teknik dan pola permainan karena memang berbeda dengan ganda putri,” jelasnya.

Meski membawa tantangan tersendiri, Apriyani melihat kesempatan bermain ganda campuran sebagai pengalaman baru yang ingin dijalani dengan serius.

Kini, penampilannya bersama Dejan Ferdinansyah di Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi kesempatan bagi Apriyani untuk menguji kemampuan sekaligus beradaptasi dengan karakter permainan yang berbeda dari nomor yang selama ini ia geluti. (Lid)