Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
asus expertbook ultra
ASUS ExpertBook P3 G1 Hadir, Laptop Bisnis dengan Prosesor Intel Core Ultra dan RAM hingga 64GB
ASUS ExpertBook P3 G1 Hadir, Laptop Bisnis dengan Prosesor Intel Core Ultra dan RAM hingga 64GB
Sunday, 27/09/2026

KALBARONLINE.com – ASUS menghadirkan ASUS ExpertBook P3 G1 (P3406CCAP), laptop bisnis terbaru yang dibekali prosesor hingga Intel® Core™ Ultra 7, RAM DDR5 hingga 64GB, dual SSD PCIe® 4.0 hingga 2TB, serta bobot mulai 1,43 kilogram.

Laptop ini melengkapi jajaran ASUS ExpertBook untuk pengguna bisnis modern yang membutuhkan performa dan mobilitas dalam aktivitas kerja sehari-hari.

“Dengan ASUS ExpertBook P3 G1, kami ingin memberikan pilihan laptop bisnis yang tangguh dan andal tanpa mengorbankan efisiensi biaya bagi perusahaan yang sedang berkembang,” ujar Eric Khoven, Commercial Director, ASUS Indonesia.

ASUS ExpertBook P3 G1 memadukan konektivitas dan fitur keamanan kelas bisnis dalam desain yang ringkas. Sasis berwarna Misty Grey dengan lapisan logam tahan gores tersebut memenuhi standar ketahanan militer MIL-STD-810H untuk menghadapi penggunaan bisnis sehari-hari.

Dengan bobot mulai 1,43 kilogram, laptop ini ditujukan bagi profesional, tenaga pendidik, dan pekerja hybrid yang membutuhkan perangkat dengan mobilitas tinggi.

Untuk mendukung produktivitas, ExpertBook P3 G1 menggunakan prosesor hingga Intel® Core™ Ultra 7 Processor 255H, memori DDR5 hingga 64GB, serta dual SSD PCIe® 4.0 hingga 2TB. Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung multitasking, pengolahan berkas, dan berbagai alur kerja bisnis.

ASUS juga membekali perangkat ini dengan teknologi manajemen termal ExpertCool. Sistem tersebut dirancang untuk membuang panas ke bagian belakang perangkat sehingga area tangan pengguna tetap nyaman saat menggunakan mouse, sekaligus membantu menjaga performa selama penggunaan berkelanjutan.

Dari sisi tampilan, ExpertBook P3 G1 menggunakan layar NanoEdge 14 inci dengan rasio 16:10 dan resolusi WUXGA 1920 x 1200. Layar tersebut memiliki lapisan anti-glare dan sertifikasi TÜV Rheinland untuk kenyamanan mata.

Laptop ini juga dilengkapi touchpad berukuran lebih besar serta keyboard dengan key travel 1,5 mm untuk mendukung kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang.

Untuk kebutuhan kolaborasi, ASUS ExpertBook P3 G1 menghadirkan ASUS MyExpert, rangkaian fitur AI produktivitas yang mencakup alat penulisan profesional, perlindungan berkas, serta panduan untuk mendukung efisiensi kerja.

Salah satu fitur di dalamnya, ASUS AI ExpertMeet, dapat merekam dan merangkum rapat, menyediakan penerjemahan secara real-time, serta fitur smart noise cancellation untuk mendukung pertemuan dan kolaborasi jarak jauh.

Dari sisi keamanan, ExpertBook P3 G1 dilengkapi ASUS ExpertGuardian, fingerprint sensor, dan TPM 2.0. Fitur tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan berlapis terhadap data bisnis dan pribadi.

ASUS juga menyediakan layanan ASUS Business Support yang mencakup perbaikan on-site, bantuan teknis khusus, dukungan layanan 24/7, serta masa garansi hingga tiga tahun, termasuk tiga tahun untuk baterai dan adaptor charger.

Untuk konektivitas, laptop ini menyediakan satu Thunderbolt™ 4 yang kompatibel dengan USB4 dan mendukung display serta power delivery, dua USB 3.2 Gen 1 Type-A, satu USB 3.2 Gen 2 Type-C dengan dukungan display dan power delivery, RJ45 Gigabit Ethernet, HDMI™ 2.1 TMDS, serta jack audio 3,5 mm.

Perangkat ini juga dilengkapi kamera 1080p dengan privacy shutter, Wi-Fi 6 dual-band 2x2, Bluetooth® 5.4, serta sistem audio dengan built-in array microphone dan speaker Audio by Dirac.

ExpertBook P3 G1 menggunakan baterai 70WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion dan adaptor USB Type-C 65W. ASUS menyebut baterainya dapat diisi hingga 65 persen dalam waktu 49 menit.

ASUS ExpertBook P3 G1 tersedia dalam empat pilihan konfigurasi. Varian dengan prosesor Intel Core Ultra 5 225H, RAM DDR5 8GB dan penyimpanan 256GB dibanderol Rp14.699.000. Pilihan dengan prosesor yang sama, tetapi penyimpanan 512GB, ditawarkan seharga Rp15.799.000.

Sementara itu, varian Intel Core Ultra 7 255H dengan RAM DDR5 8GB dan penyimpanan 512GB dibanderol Rp18.099.000. Adapun varian tertinggi dengan Intel Core Ultra 7 255H, RAM DDR5 16GB dan penyimpanan 512GB ditawarkan dengan harga Rp20.099.000.

Secara keseluruhan, ASUS ExpertBook P3 G1 menawarkan kombinasi performa, portabilitas, konektivitas, keamanan, dan fitur AI yang ditujukan untuk kebutuhan kerja bisnis dan produktivitas sehari-hari. (*)

ASUS ExpertBook Ultra Diklaim Ungguli Empat Laptop Flagship Kompetitor
ASUS ExpertBook Ultra Diklaim Ungguli Empat Laptop Flagship Kompetitor
Friday, 04/09/2026

KALBARONLINE.com – ASUS ExpertBook Ultra diposisikan sebagai laptop bisnis flagship yang menawarkan sejumlah keunggulan teknis dibandingkan empat produk kompetitor di kelas premium.

Empat laptop yang menjadi pembanding yakni Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, serta Apple MacBook Air M4 13 inci.

Secara head-to-head, ASUS menyebut ExpertBook Ultra unggul dalam lima kategori utama, yakni kecerahan layar, touchpad, baterai, GPU terintegrasi, serta fitur kecerdasan buatan (AI).

Pada aspek layar, ASUS ExpertBook Ultra menggunakan Tandem OLED 14 inci dengan tingkat kecerahan HDR peak mencapai 1.400 nits. ASUS mengklaim teknologi tersebut memberikan kenyamanan visual lebih baik saat perangkat digunakan di luar ruangan dibandingkan layar laptop flagship kompetitor.

Untuk touchpad, ExpertBook Ultra dibekali area seluas 110 cm² dengan enam sensor serta Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad. Fitur tersebut disebut memberikan peningkatan dibandingkan kompetitor yang menggunakan empat sensor maupun touchpad konvensional.

Dari sisi daya tahan baterai, perangkat ini membawa baterai 70 Wh dengan masa aktif hingga 26 jam serta mendukung pengisian cepat hingga 50 persen dalam 30 menit.

ASUS menyebut kapasitas tersebut lebih besar dibandingkan sejumlah kompetitor yang berada di kisaran 50-60 Wh.

Pada sektor grafis, ExpertBook Ultra mengandalkan Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores. ASUS mengklaim performanya sekitar 35 persen lebih tinggi dibandingkan GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W dalam pengujian 3DMark Time Spy.

Sementara untuk kebutuhan AI, ASUS menghadirkan fitur ASUS MyExpert, AI ExpertMeet serta local agentic AI yang dirancang untuk mendukung pemrosesan AI secara lebih aman.

Arsitektur Terbaru untuk Performa dan Efisiensi

Commercial Director ASUS Indonesia Eric Khoven mengatakan ExpertBook Ultra menjadi bagian dari generasi baru Copilot+ PC dengan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H.

Prosesor tersebut dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU) yang diklaim mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS).

“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 Trillion Operations Per Second (TOPS),” sebut Eric.

Eric menambahkan, produk flagship kompetitor yang tersedia di pasar Indonesia masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan kemampuan AI NPU hingga 48 TOPS.

Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut memungkinkan ExpertBook Ultra menangani berbagai kebutuhan multitasking korporat.

“Jika dihadapkan pada skenario multitasking korporat, seperti rapat maraton via Teams sembari mengolah ribuan baris data di Excel dan melakukan supervisi ratusan halaman laporan PowerPoint, ASUS ExpertBook Ultra dapat menjalankannya tanpa masalah,” tambah Eric.

Ia mengatakan efisiensi chip juga terasa ketika pengguna mengaktifkan notulen otomatis berbasis AI.

Melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa dan optimasi kamera web secara langsung dapat berjalan melalui NPU.

ASUS juga menyediakan tools Zenni Claw yang pada ExpertBook Ultra dapat menjalankan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud dengan menghubungkan tools tersebut dengan Anthropic, OpenAI maupun Google Gemini.

Dengan RAM LPDDR5x hingga 64 GB, perangkat tersebut juga diklaim mampu menjalankan large language model (LLM) seperti Gemma dengan 4 miliar parameter dan Qwen 3 dengan 18 miliar parameter tanpa koneksi internet.

Layar Tandem OLED untuk Mobilitas Tinggi

Menurut Eric, perbedaan kemampuan ExpertBook Ultra semakin terlihat ketika perangkat digunakan untuk bekerja di luar ruangan dengan mobilitas tinggi.

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung,” sebut Eric.

“ASUS ExpertBook Ultra mendominasi skenario ini berkat terobosan layar Tandem OLED berukuran 14 inci dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1.400 nits,” sebutnya.

ASUS menyebut teknologi Tandem OLED memungkinkan dokumen, grafik finansial maupun teks presentasi tetap terlihat tajam saat digunakan di bawah paparan cahaya matahari.

Eric mengatakan penggunaan Tandem OLED juga menjadi salah satu inovasi yang dibawa ASUS ke segmen laptop bisnis.

“Keberanian ASUS membawa teknologi Tandem OLED ke dalam segmen laptop kerja merupakan lompatan industri yang masif,” sebut Eric.

“Teknologi ini tidak hanya menggandakan kecerahan tetapi juga memperpanjang usia pakai panel secara drastis dari risiko burn-in yang sering menghantui layar OLED konvensional,” sebut Eric.

Material Tangguh dan Keamanan Data

Dari aspek ketahanan, ASUS ExpertBook Ultra memiliki bobot 1,1 kilogram dan menggunakan sasis yang memenuhi standar militer US MIL-STD 810H.

ASUS juga menyebut perangkat tersebut mampu bertahan terhadap tekanan hingga 100 kilogram.

“Bukan untuk show-off, akan tetapi daya tahan terhadap tekanan hingga 100Kg atau lebih akan sangat berguna saat laptop ditempatkan di dalam tas dan terhimpit dokumen-dokumen lain saat dalam perjalanan bisnis,” klaim Eric.

“Dari pengalaman, banyak laptop yang mengalami kerusakan bukan akibat terjatuh atau terinjak, melainkan akibat dimasukkan ke dalam tas yang padat.”

Selain ketahanan fisik, ExpertBook Ultra dilengkapi fitur keamanan ASUS ExpertGuardian yang disebut telah bersertifikasi NIST Level-4.

Sistem tersebut menawarkan enkripsi data berlapis pada level perangkat keras untuk melindungi aset digital dan data sensitif perusahaan.

“Secara fisik, laptop memang bisa dicuri. Tetapi data-data yang tersimpan di dalam ASUS ExpertBook Ultra tidak akan dapat diambil oleh pihak yang tidak berwenang, meskipun SSD yang terpasang di dalamnya diambil dan dipasang ke laptop lain,” sebut Eric.

Dengan kombinasi layar Tandem OLED, kapasitas baterai 70 Wh, pemrosesan AI hingga 50 TOPS, serta fitur keamanan dan ketahanan fisik, ASUS memosisikan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis flagship untuk mendukung kebutuhan profesional dan perusahaan di era AI.

Resmi Debut di Indonesia, ASUS ExpertBook Ultra Siap Ubah Standar Laptop Bisnis Premium di Era AI
Resmi Debut di Indonesia, ASUS ExpertBook Ultra Siap Ubah Standar Laptop Bisnis Premium di Era AI
Thursday, 07/05/2026

KALBARONLINE.com – ASUS kembali bikin gebrakan di pasar laptop bisnis premium lewat peluncuran ASUS ExpertBook Ultra. Laptop flagship ultra-portabel ini diperkenalkan sebagai perangkat bisnis masa depan yang menggabungkan performa tinggi, teknologi AI, desain ringan, hingga sistem keamanan kelas enterprise dalam satu paket.

Mengusung slogan “The Flagship of the Industry. Period”, ASUS ExpertBook Ultra hadir untuk menjawab kebutuhan profesional modern yang kini tidak lagi sekadar mencari laptop kerja biasa. Di tengah era transformasi digital dan penggunaan AI yang semakin masif, perangkat kerja dituntut mampu menghadirkan performa tinggi tanpa mengorbankan mobilitas.

Dalam peluncuran yang digelar di Jakarta, Rabu (7/5/2026), ASUS menegaskan bahwa ExpertBook Ultra dirancang sebagai pusat produktivitas modern bagi kalangan profesional, prosumer, hingga pemimpin perusahaan.

Co-CEO ASUS, S.Y. Hsu, menyebut perangkat ini merupakan bentuk keseriusan ASUS dalam menghadirkan laptop bisnis tanpa kompromi.

“ASUS ExpertBook Ultra merupakan puncak tertinggi dari rekayasa ASUS sekaligus jawaban kami terhadap masa depan dunia kerja. Perangkat ini kami rancang tanpa kompromi,” ujarnya.

Resmi Debut di Indonesia, ASUS ExpertBook Ultra Siap Ubah Standar Laptop Bisnis Premium di Era AI
Suasana peluncuran ASUS ExpertBook Ultra di Jakarta (Foto: Jau/KALBARONLINE.com)​

Laptop ini hadir dengan bobot super ringan mulai 0,99 kilogram berkat penggunaan material magnesium-aluminium AZ31B kelas kedirgantaraan. Meski tipis dan ringan, ASUS tetap membekalinya dengan baterai 70Wh yang diklaim mampu bertahan hingga 26 jam.

Tak hanya mengandalkan desain, ASUS ExpertBook Ultra juga membawa performa kelas atas. Laptop ini ditenagai prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Series 3 dengan kemampuan mempertahankan TDP CPU stabil di angka 50W melalui teknologi pendingin ASUS ExpertCool Pro.

Menariknya lagi, grafis terintegrasi Intel Arc B390 yang dibenamkan diklaim mampu menghadirkan performa lebih tinggi dibanding NVIDIA RTX 4050 pada TGP 30W.

Untuk kebutuhan AI, ASUS ExpertBook Ultra sudah dibekali NPU hingga 50 TOPS dan total platform AI mencapai 180 TOPS. Kemampuan ini memungkinkan berbagai proses AI generatif berjalan langsung di perangkat tanpa harus bergantung pada cloud.

Global Account Sales Director Intel APJ, Simon Chan, mengatakan kemampuan AI tersebut membuat perangkat ini mampu menjalankan aplikasi bisnis berbasis AI secara lebih efisien.

“ASUS ExpertBook Ultra mampu memaksimalkan hingga 50 TOPS performa komputasi dari NPU terbaru kami,” katanya.

Sementara itu, Microsoft juga menyoroti integrasi AI di perangkat ini. Sr. Partner Development Manager Commercial Device & Solution Sales Asia Microsoft, Lee Edgerton, menyebut kombinasi Microsoft Copilot+ dan MyExpert AI memungkinkan pengguna menjalankan transkripsi rapat, penerjemahan real-time, hingga pencarian dokumen berbasis AI langsung dari perangkat.

Selain performa, ASUS juga memanjakan pengguna lewat layar sentuh 14 inci 3K Tandem OLED dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 1400 nits HDR peak brightness. Teknologi ini diklaim lebih hemat daya hingga 40 persen dibanding OLED konvensional.

Pengalaman multimedia semakin maksimal berkat dukungan sistem audio Dolby Atmos enam speaker dengan kualitas suara spasial.

Di sisi produktivitas, ASUS ExpertBook Ultra hadir dengan keyboard spill-resistant berkey travel 1,5mm dan haptic touchpad presisi tinggi. ASUS juga tetap mempertahankan port lengkap seperti USB-C, USB-A, HDMI 2.1, hingga audio jack agar pengguna tidak bergantung pada dongle tambahan.

Laptop bisnis premium ini juga mengedepankan aspek keamanan. ASUS membekali perangkat dengan standar keamanan enterprise NIST SP 800-193, BIOS self-healing, TPM 2.0, hingga autentikasi biometrik ganda melalui fingerprint dan IR facial recognition.

Brand Ambassador ASUS Commercial Business Indonesia, Gita Wirjawan, menilai ASUS ExpertBook Ultra cocok untuk profesional dengan mobilitas tinggi.

“Bobot 0,99 kg, desain elegan, dan kemampuan pengisian daya cepat membuat laptop ini ideal untuk profesional yang aktif berpindah tempat,” ujarnya.

ASUS juga menyebut ExpertBook Ultra sebagai representasi tertinggi dari lini ASUS Expert Series dengan konsep “Trusted by IT Experts, Built for Worry-Free Business”.

Dengan kombinasi performa AI, desain premium, daya tahan tinggi, hingga keamanan enterprise, ASUS ExpertBook Ultra diposisikan sebagai laptop bisnis flagship yang siap bersaing di level tertinggi industri teknologi global. (Jau)