Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
azizul zekri
Pamit Tinggalkan Pontianak, Konsul Malaysia Azizul Zekri: Kota Ini Sudah Seperti Keluarga Saya
Pamit Tinggalkan Pontianak, Konsul Malaysia Azizul Zekri: Kota Ini Sudah Seperti Keluarga Saya
Tuesday, 14/07/2026

KALBARONLINE.com – Menjelang berakhirnya masa tugas di Kalimantan Barat, Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri bin Abd Rahim, berpamitan kepada Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Kantor Wali Kota Pontianak, Selasa (14/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momen penuh kehangatan sekaligus ajang mengenang berbagai kerja sama yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Pontianak dan Konsulat Malaysia selama hampir lima tahun terakhir.

Azizul mengungkapkan, sejak mulai bertugas pada November 2021, hubungan antara Pemerintah Kota Pontianak dan Konsulat Malaysia terus berkembang melalui berbagai program kolaborasi di bidang pariwisata, kuliner, pendidikan, hingga pertukaran kunjungan.

"Kepada Pak Edi dan juga Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan terima kasih karena telah memberikan banyak kerja sama, bantuan, dan memfasilitasi hubungan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Pontianak," ujarnya usai berpamitan.

Menurut Azizul, banyak program yang berhasil diwujudkan bersama selama dirinya menjabat sebagai Konsul Malaysia di Pontianak. Salah satunya adalah promosi pariwisata dan kuliner, kerja sama di sektor pendidikan, hingga kunjungan balasan antara Pemerintah Kota Pontianak dan Kuching.

"Sudah banyak kerja sama yang kita laksanakan, dari segi promosi pariwisata, kuliner, pendidikan, dan sebagainya. Kita juga mengadakan kunjungan balasan antara Kota Pontianak ke Kuching. Ke depan juga direncanakan ada pameran atau showcase di Kuching yang akan diikuti Pemerintah Kota Pontianak," katanya.

Bagi Azizul, Pontianak bukan hanya menjadi tempat menjalankan tugas diplomatik, tetapi juga kota yang meninggalkan banyak kesan mendalam. Ia mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat, keberagaman budaya, hingga kuliner khas Kota Khatulistiwa.

"Sudah pasti Kota Pontianak ini sangat dekat dengan saya. Keramahan masyarakatnya, budayanya, sampai kulinernya sangat berkesan. Kuliner di sini juga enak," ungkapnya.

Bahkan, Azizul mengaku sudah menganggap masyarakat Pontianak sebagai bagian dari keluarganya. Selama bertugas, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan bersama warga, termasuk pengajian rutin setiap bulan.

"Saya menganggap warga Pontianak seperti keluarga saya sendiri. Saya juga terlibat dalam beberapa aktivitas masyarakat di sini, termasuk pengajian yang rutin diadakan setiap bulan," tuturnya.

Meski masa tugasnya segera berakhir, Azizul memastikan kedekatannya dengan Pontianak tidak akan putus. Ia berjanji akan kembali mengunjungi kota yang telah memberinya banyak kenangan tersebut.

"Insyaallah saya akan hadir lagi ke sini karena Kota Pontianak dekat dengan hati kami," pungkasnya. (Lid)

Pamit dari Pontianak, Konsul Malaysia Azizul Zekri Kenang Lima Tahun Pererat Hubungan Kalbar-Sarawak
Pamit dari Pontianak, Konsul Malaysia Azizul Zekri Kenang Lima Tahun Pererat Hubungan Kalbar-Sarawak
Tuesday, 14/07/2026

KALBARONLINE.com – Menjelang berakhirnya masa tugasnya di Pontianak, Konsul Malaysia, Azizul Zekri, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pontianak serta masyarakat Kalimantan Barat atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama hampir lima tahun terakhir.

Azizul mengaku memiliki banyak kenangan berharga sejak mulai bertugas pada November 2021. Selama itu pula, berbagai kolaborasi antara Malaysia dan Kota Pontianak berhasil diwujudkan di sejumlah sektor, mulai dari pariwisata, kuliner, pendidikan hingga kegiatan kemasyarakatan.

“Pemerintah Kota Pontianak telah banyak memberikan kerja sama, bantuan, dan memfasilitasi hubungan bilateral antara Malaysia dan Kota Pontianak. Banyak program yang telah kita laksanakan bersama, mulai dari promosi pariwisata, kuliner, pendidikan, hingga kegiatan kemasyarakatan,” ujarnya usai berpamitan dengan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Ruang VIP Wali Kota, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, selama bertugas telah terlaksana berbagai kunjungan muhibah maupun kunjungan balasan antara Pontianak, Kuching, dan Labuan. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang, termasuk melalui kegiatan promosi budaya dan ekonomi seperti Borneo International Halal Showcase di Kuching yang direncanakan melibatkan partisipasi Pemerintah Kota Pontianak.

Bagi Azizul, Pontianak bukan hanya kota tempat menjalankan tugas diplomatik. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat setempat berkat keramahan warga, keberagaman budaya, dan kekayaan kuliner yang dimiliki Kota Khatulistiwa.

“Pontianak sangat dekat di hati saya. Masyarakatnya ramah dan saya merasa seperti berada di tengah keluarga sendiri,” katanya.

Kedekatan itu, lanjut Azizul, terjalin melalui berbagai aktivitas sosial dan keagamaan yang rutin diikutinya selama bertugas, termasuk menghadiri pengajian bersama sejumlah komunitas di Pontianak.

“Saya menganggap masyarakat di sini sebagai keluarga saya sendiri. Saya banyak mengikuti kegiatan kemasyarakatan dan pengajian bersama komunitas yang ada di Pontianak,” ungkapnya.

Meski masa tugasnya telah berakhir, Azizul memastikan akan kembali mengunjungi Pontianak karena merasa memiliki hubungan yang erat dengan masyarakat maupun jajaran Pemerintah Kota Pontianak.

“Saya pasti akan kembali lagi ke Pontianak. Kedekatan yang telah terjalin dengan masyarakat, Pemerintah Kota Pontianak, dan Bapak Wali Kota Edi Kamtono menjadi kenangan yang sangat berarti bagi saya,” tuturnya.

Ia berharap hubungan persahabatan dan kerja sama antara Malaysia, khususnya Sarawak, dengan Kota Pontianak terus berkembang di berbagai sektor pada masa mendatang.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Azizul Zekri selama menjalankan tugas sebagai Konsul Malaysia di Pontianak.

Menurut Edi, keberadaan Konsulat Malaysia memiliki peran strategis, bukan hanya bagi Kota Pontianak dan Kalimantan Barat, tetapi juga bagi wilayah Kalimantan secara keseluruhan karena kedekatan geografis, hubungan sosial, dan kesamaan budaya dengan Sarawak.

"Hubungan Kalimantan Barat dengan Sarawak sudah seperti keluarga. Selain karena wilayah perbatasan yang sangat panjang, kita juga memiliki banyak kesamaan, baik dari sisi budaya maupun suku, seperti Melayu dan Dayak," ujarnya.

Edi menilai Azizul merupakan sosok diplomat yang komunikatif dan terbuka dalam membangun berbagai kerja sama yang saling menguntungkan. Berbagai kolaborasi telah terjalin di sektor perdagangan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Ia juga mengingatkan kontribusi Malaysia melalui Sarawak saat pandemi COVID-19, ketika Kalimantan Barat menerima bantuan pasokan oksigen.

"Pada masa pandemi, kita sempat mendapatkan bantuan oksigen melalui beberapa mobil tangki. Hingga saat ini, pasokan listrik dari Sarawak juga masih berlangsung," ungkapnya.

Selain itu, hubungan perdagangan antara Kalimantan Barat dan Malaysia juga terus berkembang. Produk unggulan daerah seperti kopi dan beras mendapat dukungan promosi melalui berbagai kegiatan yang difasilitasi Konsulat Malaysia.

Berbagai kegiatan budaya dan kuliner yang digelar setiap tahun juga dinilai semakin mempererat hubungan kedua wilayah, termasuk promosi kuliner khas Malaysia seperti teh tarik dan aneka makanan khas lainnya.

Atas berakhirnya masa tugas Azizul, Edi mengaku merasa kehilangan sosok diplomat yang rendah hati dan dekat dengan pemerintah daerah di Kalimantan Barat.

"Kami merasa kehilangan karena beliau sangat humble dan mudah berkomunikasi. Setiap ada peluang kerja sama yang menguntungkan kedua pihak, beliau selalu memberikan dukungan," katanya.

Edi berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan dan semakin diperkuat demi mendorong kemajuan bersama antara Kalimantan Barat dan Sarawak. (*)